Kubu Suu Kyi Dahulu Bela Militer buat Tindas Muslim Rohingya, Sekarang Kondisinya...

Kubu Suu Kyi Dahulu Bela Militer buat Tindas Muslim Rohingya, Sekarang Kondisinya... Kredit Foto: Reuters

"Saya sangat yakin bahwa China memiliki kekuatan untuk menghentikan para jenderal militer ini jika mereka benar-benar menginginkannya," katanya.

AS dan Inggris memberlakukan putaran baru sanksi yang menargetkan militer Myanmar pada hari Kamis dengan memasukkan entitas bisnis terbesar yang dikontrolnya dalam daftar hitam.

Sementara itu, China menahan diri dari pembatasan semacam itu.

Namun, jika gerakan protes entah bagaimana dapat menggulingkan militer pada akhirnya, Sasa berjanji bahwa pemerintah sipil akan bekerja untuk mengakhiri perselisihan sipil yang telah berlangsung selama beberapa dekade, dan akan memastikan hak penuh untuk Rohingya, termasuk kewarganegaraan.

"Setiap orang akan memiliki hak yang sama—seperti yang saya katakan pada prinsipnya—tidak boleh ada yang tertinggal berdasarkan budaya berdasarkan warna kulit, ras atau agama," katanya. "Hari-hari itu sudah berakhir."

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini