Saat Nilai Dolar AS Turun, Bitcoin Justru Melejit Tanpa Ampun

Saat Nilai Dolar AS Turun, Bitcoin Justru Melejit Tanpa Ampun Kredit Foto: Unsplash/ Bermix Studio

Bitcoin bukan lagi aset 'pinggiran' berkat penurunan nilai dolar Amerika Serikat (AS) selama setahun terakhir, begitu menurut petinggi Soros Fund.

Melansir Cointelegraph, Senin (29/3/2021), Kepala Informasi Manajemen Soros Fund, Dawn Fitzpatrick mengatakan, inflasi dolar AS telah menghilangkan status aset 'pinggiran' Bitcoin.

Bahkan, manajemen aset milik investor global George Soros itu mulai tertarik dengan Bitcoin. "Kami pikir seluruh infrastruktur di sekitar kripto begitu menarik dan kami telah berinvestasi ke sana; menempatkan kami pada titik perubahan," ujarnya.

Baca Juga: Yuan Digital Sangat Penting Bagi Negara Ini, Demi Jaga Stabilitas ....

Baca Juga: Waduh, Perusahaan di Negara Ini Perlu Lapor Kalau Investasi Aset Kripto

Titik perubahan itu terjadi akibat inflasi mata uang fiat yang menyebabkan jumlah peredaran dolar AS hingga 25% dalam setahun terakhir.

Fitzpatrick menamahkan, "Tentang kripto secara umum, kita berada pada momen sangat penting di mana aset kripto seperti Bitcoin mungkin tetap jadi aset pinggiran. Namun, setahun belakangan kami telah meningkatkan jumlah uang beredar di AS hingga 25%."

Pada Maret ini, Soros Fund berinvestasi di 2 proyek yang berfokus pada kripto. Yang pertama merupakan putaran pendanaan NYDIG; sedangkan yang kedua, investasi di firma akuntansi kripto, Lukka.

"Jadi, ada ketakutan nyata terhadap penurunan nilai mata uang fiat. Namun ketika membahas Bitcoin, saya tak menganggapnya sebagai mata uang, tetapi sebagai komoditas yang mudah disimpan dan dipindahtangankan," jelasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini