AHY: Moeldoko Harus Akui Telah Tertipu Makelar Politik, Kenapa Harus Bohong Lagi, Bohong Lagi!

AHY: Moeldoko Harus Akui Telah Tertipu Makelar Politik, Kenapa Harus Bohong Lagi, Bohong Lagi! Kredit Foto: Instagram Agus Harimurti Yudhoyono

Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, kita pikir, setelah lebih dari tiga minggu tidak bersuara, KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang bernas, tapi ternyata cuma pernyataan bohong lagi, dan bohong lagi, bahkan seolah menghasut dengan pernyataannya soal pertentangan ideologi.

Hal itu dikatakan AHY menanggapi pernyataan Ketua Umum PD hasil KLB, Moeldoko yang menyebut alasan dia menerima pinangan sebagai Ketua Umum karena adanya pertentangan ideologi di tubuh PD yang disampaikan melalui media sosial pribadinya.

Baca Juga: Moeldoko Bikin Kader Demokrat Kubu AHY Marah Besar, Minta Jelaskan Maksud Ngomong Begitu

Menurut AHY, kebohongan kubu KSP Moeldoko sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bahkan sejak awal, seluruh kader Demokrat yakin bahwa KSP Moeldoko tidak mempedulikan etika dan nilai-nilai moral yang kita pedomani sebagai bangsa yang beradab, apalagi nilai-nilai etika ke-perwiraan dan keprajuritan.

"Namun, namun kini, para kader Demokrat dan juga masyarakat luas, juga mempertanyakan mohon maaf kapasitas KSP Moeldoko; bagaimana mungkin pejabat tinggi negara mengambil keputusan secara serampangan, gegabah, emosional dan jauh dari akal sehat," ucapnya dalam jumpa pers di Kantor DPP, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dia menuturkan, konstitusi Partai Demokrat, yaitu AD/ART tahun 2020 yang telah disahkan oleh Pemerintah, menyatakan bahwa untuk sahnya penyelenggaraan KLB, harus atas permintaan paling tidak 2/3 dari 34 Ketua DPD dan 1/2 dari 514 Ketua DPC sebagai pemegang hak suara yang sah. Sementara faktanya, persyaratan tersebut sama sekali tidak dipenuhi.

"Lalu, bagaimana mungkin KSP Moeldoko merasa bahwa KLB Deli Serdang itu sah dan legitimate sehingga menerima dan mengklaim dirinya didaulat sebagai Ketua Umum? Padahal kumpulan orang-orang yang hadir di Deli Serdang tidak lebih dari gerombolan yang sedang melakukan perbuatan melawan hukum," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini