Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ya Tuhan, Wanita El Salvador Tewas Mengenaskan di Bawah Lutut Polwan Meksiko

Ya Tuhan, Wanita El Salvador Tewas Mengenaskan di Bawah Lutut Polwan Meksiko Kredit Foto: Foto/Shutter Stock
Warta Ekonomi, Mexico City -

Jaksa penuntut Meksiko membuka penyelidikan pembunuhan atas kematian seorang wanita El Salvador yang terekam dijepit lutut polisi wanita (polwan) Meksiko ke tanah.

Rekaman video itu memicu keributan diplomatik, di mana pemerintah El Salvador menuntut penyelidikan dan keadilan untuk korban.

Baca Juga: Tinggalkan AS, Meksiko Terpaksa Selingkuh ke China buat Dapatkan Vaksin Corona

Wanita itu meninggal pada hari Sabtu di resor pantai Karibia di Tulum. Sebuah video yang diterbitkan oleh situs berita Noticaribe menunjukkan korban menggeliat dan menangis saat dia berbaring telungkup di jalan dengan seorang polwan berlutut di punggungnya sementara petugas polisi pria berdiri.

Video tersebut, yang keasliannya belum bisa segera diverifikasi secara independen, kemudian dipotong untuk menunjukkan tubuh wanita tak dikenal yang diborgol tergeletak di jalan. Petugas kemudian terlihat memindahkan tubuh yang lemas tanpa sepatu ke bagian belakang truk polisi.

"Polisi mungkin terlibat dalam kematian wanita itu, yang telah merusak institusi dan masyarakat," kata Kantor Jaksa Negara Bagian Quintana Roo dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/3/2021).

Pemerintah El Salvador mengidentifikasi wanita yang meninggal itu sebagai Victoria Salazar Arriaza, berusia 36 tahun.

Presiden Salvador Nayib Bukele mendesak Meksiko untuk menerapkan "kekuatan hukum penuh" pada mereka yang bertanggung jawab atas kematian korban.

“Yang kami minta hanyalah keadilan,” katanya di Twitter.

Rene Olivares Arriaza, saudara tiri korban, mengatakan melalui telepon di El Salvador bahwa dia telah melihat video itu dan bahwa keluarganya telah diberitahu tentang kematian korban oleh kenalan mereka.

Menjelaskan perasaan kehilangan yang memilukan dari keluarga dan ketidakberdayaannya saat melihat video tersebut, Olivares mengatakan dia tidak dapat memahami bagaimana korban meninggal, dan juga menyerukan keadilan.

Korban, yang telah berada di Meksiko selama sekitar tiga tahun, meninggalkan dua putrinya yang sudah remaja.

Presiden Bukele bersumpah untuk menjaga putri korban, menjamin hak pendidikan mereka, dan memastikan mereka memiliki semua yang mereka butuhkan.

Seorang juru bicara kejaksaan di Meksiko mengatakan tidak jelas mengapa wanita itu ditahan dan penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan. Tiga petugas polisi pria dan satu petugas polisi wanita sejauh ini telah diinterogasi.

Alejandro Encinas, wakil menteri dalam negeri Meksiko yang bertanggung jawab atas hak asasi manusia, menyebut insiden itu sebagai tindakan "penyalahgunaan wewenang polisi."

Insiden itu mirip dengan kasus George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika yang tewas pada Mei tahun lalu ketika seorang petugas polisi Minneapolis berlutut di lehernya. Kematian Floyd memicu protes keadilan rasial di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Kekerasan yang meluas dan meningkat terhadap perempuan telah lama membuat marah banyak orang Meksiko, dan telah memicu protes besar di bawah pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: