Di Luar Akal Sehat! Presiden Venezuela Ingin Barter Vaksin Corona dengan Minyak, Alasannya...

Di Luar Akal Sehat! Presiden Venezuela Ingin Barter Vaksin Corona dengan Minyak, Alasannya... Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengusulkan untuk melakukan barter vaksin Covid-19 dengan minyak. Namun dia belum memberikan rincian lebih lanjut tentang skema tersebut.

"Venezuela memiliki kapal minyak dan memiliki pelanggan yang akan membeli minyak kami. Kami siap dan siap untuk minyak untuk vaksin, tapi kami tidak akan meminta siapa pun," kata Maduro dalam pidato di televisi pemerintah.

Baca Juga: Tinju Bos PBB Mendarat di Muka Negara-negara Kaya: Pertama, Jangan Timbun Vaksin!

Venezuela telah menerima dosis vaksin dari sekutunya Rusia dan China. Pemerintah dan oposisi telah melakukan pembicaraan dengan Pan American Health Organisation (PAHO) agar Venezuela mendapatkan akses vaksin Covid-19 melalui skema Covax.

Namun pekan lalu pemerintah mengatakan, mereka tidak akan menerima vaksin AstraZeneca yang banyak digunakan oleh Covax di Amerika Latin karena masalah keamanan.

Ekspor minyak mentah Venezuela telah anjlok ke level terendah dalam beberapa dekade sejak Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela pada 2019.

Sanksi tersebut menghentikan ekspor Venezuela ke Amerika Serikat dan menghalangi banyak pelanggan lain membeli minyak Venezuela. Maduro mengatakan, Washington berupaya untuk menggulingkan pemerintahannya, sehingga mereka bisa mengendalikan cadangan minyak Venezuela.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Venezuela mengatakan, gelombang kedua vaksin Sputnik V sebanyak 100 ribu dosis telah tiba dari Moskow, melalui penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan negara Conviasa. Venezuela telah menerima 100 ribu dosis pertama dari vaksin Sputnik V pada 13 Februari.

Maduro mengatakan pihak berwenang telah memberikan sekitar 60 persen vaksin Covid-19 dengan memprioritaskan tenaga medis serta pejabat dan anggota parlemen pada tahap pertama. Venezuela telah menginvestasikan 200 juta dolar AS untuk membeli 10 juta dosis vaksin Sputnik V dari Rusia.

Venezuela juga menerima 500 ribu dosis vaksin Covid-19 Sinopharm dari China awal pekan ini. Maduro mengatakan pemerintah akan mulai menyuntik warga Venezuela dengan vaksin Sinopharm mulai Senin (8/3/2021) lalu.

Venezuela telah melaporkan 141.356 kasus baru virus Corona dan 1.371 kematian. Banyak politisi oposisi dan personel medis mempertanyakan statistik tersebut, dengan mengatakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi karena kurangnya pengujian.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini