Presdir Pintek Buka-bukaan Peluang Besar Pembiayaan Sektor Pendidikan

Presdir Pintek Buka-bukaan Peluang Besar Pembiayaan Sektor Pendidikan Kredit Foto: Pintek

Jika dilihat dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti apa sih potensi pembiayaan pendidikan di Indonesia? Dan akan seperti apa nanti ekosistem serta daya saing ke depannya?

Menurut kami, penyaluran di sektor pendidikan dilihat dari industri pendanaan konvensial hanya 0,1%. Marketnya saja ada US$11,6 miliar. Jadi, marketnya masih sangat besar sekali karena hanya menyentuh kecil sekali. Pendidikan ini kan kebutuhan banyak orang. Semakin banyak (pemain fintech) yang bisa memberikan akses yang lebih baik justru kami semakin terpacu memberikan pelayanan yang lebih baik. Artinya, kuenya masih sangat besar. Kebutuhannya juga sangat besar. Ayo sama-sama memberikan akses ini untuk pendidikan di Indonesia. Saya rasa tidak ada masalah.

Pintek ini sendiri bisa dibilang pionir sebagai fintech pendanaan pendidikan?

Bicara fintech yang menyalurkan khusus untuk pendidikan dalam arti biaya pendidikan, bukan termasuk pembelanjaan siswanya. Saat ini dari segi penyaluran, kami yang paling besar. Pintek bisa dibilang yang memimpin dari sisi penyaluran untuk sektor pendidikan.

Bagaimana strategi mengoptimalkan potensi yang ada di sektor pendidikan Indonesia?

Pertama, harus tahu kebutuhan dasar dari sektor pendidikan itu sendiri. Sektor pendidikan ini tidak bisa dijamah secara masif oleh sektor konvensional karena pertaman, tidak ada jaminan, secara underwriting harus disesuaikan dengan nature dari industri pendidikannya itu sendiri. Kedua dari sisi kolaborasi dengan ekosistem. Kolaborasi dengan ekosistem adalah kami tidak hanya memberikan pendanaan. Kami erat berhubungan dengan ekosistem penyaluran barang-barang pendidikan. Kami berhubungan erat dengan asosiasi-asosiasi pendidikan.

Dengan adanya hubungan seperti itu, kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Kami bisa menghubungkan barang-barang pendidikan, bisa mengerti kebutuhan dan isu-isu pendidikan. Terakhir, anggap kebutuhan sesuai zamannya. Kami fokus pada institusi pendidikan itu sendiri dengan memberikan solusi untuk mereka bisa berbenah diri dan menjawab kebutuhan cash flow mereka.

Bagaimana kondisi capaian pendanaan saat ini? Berapa presentasenya?

Sejauh ini kami sudah menyalurkan lebih dari Rp180 miliar. Waktu awal kami berdiri, bisa dibilang sekitar 70% untuk pembiayaan siswa (Pintek Student) dan 30% untuk pembiayaan institusi (Pintek Institusi). Di saat seperti ini kebutuhan institusi tersebut meningkat, sudah mencapai 60% institusi, 40% student.

Semenjak corona, iya institusi mendominasi (pembiayaan). Tapi bukan berarti yang siswa tidak bertumbuh karena mestinya beriringan bertumbuh karena siswa membutuhkan dan sekolah (institusi) pun membutuhkan (pembiayaan). Tapi sekolah bertumbuh cukup signifikan karena nilainya cukup besar dan kemudian mereka sangat urgen untuk mendapatkan kebutuhan ini.

Target pembiayaan untuk tahun 2021 serta bagaimana strategi yang akan dilakukan Pintek untuk mencapai itu? Terutama jika berkaca dari capaian tahun 2020 lalu.

Kami ingin bertumbuh sekitar 4-5 kali lipat lagi, jadi sekitar di angka Rp700 miliar. Strateginya, kami selalu bekerja sama dengan institusi pendidikan, yang nantinya memperkenalkan (Pintek) ke orangtua murid. Mereka lebih percaya. Institusi pendidikan sudah lebih dulu mengecek bahwa kami bukan pinjol-pinjol ilegal yang ditakuti oleh orangtua murid. Kami fokus di pendidikan dengan biaya terjangkau dan proses yang aman. Kemudian, kami juga aktif melakukan sosialisasi-sosialisasi. Itu strategi kami.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini