Presdir Pintek Buka-bukaan Peluang Besar Pembiayaan Sektor Pendidikan

Presdir Pintek Buka-bukaan Peluang Besar Pembiayaan Sektor Pendidikan Kredit Foto: Pintek

Bagaimana Pintek menjaga NPL tetap aman?

Tentunya pada masa pandemi ini, kami memperketat scoring. Pertama, kami memberikan penyaluran tidak dalam bentuk cash, tapi membiayai biaya pendidikan secara langsung. Jadi tidak ada penyalahgunaan dana untuk menghindari NPL. Kedua, kami tidak melakukan over exposure, di mana kami melihat cara pembukuan isu pendidikan, operasional ekosistem pendidikan, dan berintegrasi erat dengan institusi pendidikan sehingga kami bisa melakukan mitigasi-mitigasi risiko. Contoh, kalau kami terkoneksi dengan supplier-supplier pendidikan, kami bisa tahu penyaluran yang kami lakukan tepat sasaran. Hal-hal itulah yang menjadi mitigasi risiko untuk menjaga tingkat NPL yang baik.

Apa saja tantangan yang dihadapi saat membangun Pintek dari awal berdiri tahun 2018 hingga sekarang?

Tantangan pertama adalah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Tidak dimungkiri banyak pinjol ilegal, kemudian stigma tentang fintech juga masih negatif di masyarakat, apalagi pinjol-pinjol yang menyebarkan data-data. Kami memperkenalkan diri kami bukan yang seperti itu. Ada lho fintech yang khusus pendidikan untuk sesuatu yang produktif.

Kedua, sosialisasi isu pendidikan karena ini sesuatu yang baru. Sebelumnya belum pernah ada yang menghampiri mereka menawarkan kerja sama untuk biaya peminjaman pendidikan. Ketiga, adanya keterbatasan data. Banyak masyarakat yang belum memiliki data-data yang cukup untuk diverifikasi, untuk penilaian scoring. Keterbatasan data ini menjadi tantangan tersendiri. Kami mengatasinya dengan menggunakan teknologi kami untuk membantu melakukan scoring dengan lebih cepat dan efisien.

Apa visi-misi yang Anda siapkan untuk Pintek?

Kami ingin memberikan dampak dari sisi pendidikan untuk kemajuan ekonomi Indonesia karena ekonomi Indonesia tidak akan bisa maju kalau masyarakatnya tidak produktif. Sedangkan, Indonesia diberikan bonus demografi, sumber daya yang melimpah, teknologi yang besar. Tapi, jika masyarakatnya tidak memiliki skill atau pengetahuan, tidak memiliki pendidikan yang baik, ini justru akan jadi beban bagi negara. Jadi, visi Pintek sejak awal ingin memberikan sumbangsih pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kami melakukan transformasi di sektor pendidikan, salah satunya melalui akses kebutuhan pendanaan pendidikan.

Ke depannya kami juga ingin melalukan transformasi sendiri dengan melakukan digitalisasi industri pendidikan. Jika pendidikannya masih bergerak dengan cara yang lama, pendanaan ini tidak akan bermanfaat. Dengan adanya akses pendanaan ini, kami berharap ekosistem pendidikan bisa berkembang lebih baik, yang pada akhirnya bisa memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini