Terjun ke Bisnis Kuliner, Juara Master Chef Junior Buka Restoran Mie

Terjun ke Bisnis Kuliner, Juara Master Chef Junior Buka Restoran Mie Kredit Foto: Istimewa

Juara Master Chef Junior Season 2, Curt Anderson, terjun dalam bidang bisnis kuliner. Dengan bekal ilmu dari ajang pencarian bakat memasak, Curt membuka restoran mie yang terletak di Bintaro, Jakarta Selatan.

Resto Curt tersebut dinamai BangMie. Kata Curt, nama ini terinspirasi dari kebiasaan orang-orang yang sering memanggil tukang mie dengan sebutan "Bang Mie" atau "Bang Pesen Mie". Baca Juga: Tawarkan Kuliner Khas Korea, 'KrispiCikin' Resmikan Store Pertama di Bintaro

"Nama BangMie ini dipilih supaya mudah diinget juga oleh masyarakat," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/3/2021).

Bang Mie ini, lanjutnya, memiliki banyak varian mie dalam menunya. Mie tersebut dibuat sendiri dari bahan berkualitas tanpa pengawet. Pebuatannya juga mengedepankan faktor kebersihan mulai dari awal sampai penyajian.

"Kita sangat menjaga kualitas. Bahkan semua bahannya mulai dari terigu kita sangat perhatikan kualitasnya. Kalau kita lihat bahan tidak sesuai dengan ketentuan kita ya kita reject," katanya.

Bukan bahan mie nya saja yang diperhatikan kualitasnya. Namun bahan dagingnya juga demikian. Disampaikan olehnya, daging yang digunakan ini bersertifikat halal dan bersertifikat NKV.

"Selain halal, daging ayam yang kita juga bersertifikat NKV. Sertifikat NKV ini merupakan sertifikat yang menjamin kesegaran dan kebersihan dari daging ayam yang kita gunakan," tuturnya.

Curt sendiri membandrol mie racikannya mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Harga ini dibuat menyesuaikan target pasar yang dibidik, yakni kalangan anak muda. Walau harganya relatif murah, tapi Curt menjamin cita rasa mie olahannya tidaklah murahan.

Dia pun optimis dengan mengedepankan kualitas bahan, cita rasa, harga terjangkau, dan modal ilmu sebagai juara Master Chef Junior, usahannya dapat berkembang. Tak lupa strategi juga telah Curt periapkan guna menarik pelanggan untuk menyicipi racikan mie buatannya.

"Meski sekarang sedang masa pandemi, kita tetap optimis usaha ini akan berkembang. Soalnya dengan harga mulai dari 15 ribu, masyarakat sudah dapet mencicipi seporsi mie yang rasanya tidak kalah dengan restoran ternama," ungkapnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini