Kisah Startup: Qlue, Startup dengan Bisnis yang Tumbuh 70% di Tengah Pandemi

Kisah Startup: Qlue, Startup dengan Bisnis yang Tumbuh 70% di Tengah Pandemi Kredit Foto: Qlue

Startup penyedia ekosistem kota pintar Qlue mencatatkan pertumbuhan bisnis 70% pada 2020, dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Menurut CEO dan Founder Qlue, Rama Raditya, kondisi bisnis pada 2020 penuh dengan dinamika karena pandemi COVID-19. Oleh karena itu, digitalisasi semakin penting, begitu juga dengan penggunaan solusi kota pintar.

"Pandemi mendorong kami berinovasi memberikan dampak positif yang besar kepada Indonesia -- namun secara bersamaan kami berhasil memberikan pertumbuhan signifikan sebesar 70% dari tahun sebelumnya," ujar Rama, dikutip Rabu (31/3/2021).

Baca Juga: Wow, Kapitalisasi Bitcoin Lampaui Total Uang Beredar di 2 Negara Ini!

Baca Juga: Duh, Perang Teknologi Amerika-China Bikin Negara Ini Terancam Bahaya!

Salah satu inovasi itu berbentuk solusi QlueThermal, berfungsi mendeteksi suhu tubuh dan masker secara otomatis dengan tingkat akurasi lebih dari 95%. Solusi itu pun terhubung dengan QlueDashboard dan aplikasi pihak ketiga milik klien.

CTO Qlue, Andre Hutagalung mengatakan, "Dari lini produk IoT (Internet of Things) kami mengembangkan QlueThermal yang juga dilengkapi dengan fitur absensi. Pengembangan berikutnya juga dapat kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga dapat digunakan untuk sistem absensi, akses kontrol, dan integrasi dengan RFID."

Qlue juga mengembangkan QlueApp dengan membuat 6 kategori laporan baru terkait COVID-19, serta menjadi mitra strategis Pilkada Watch.

Hasilnya, kini Qlue memiliki lebih dari 133 klien; berasal dari sektor properti, rumah sakit, ritel, perbankan, perhotelan, hiburan, hingga instansi pemerintah di level pusat dan daerah. President Qlue, Maya Arvini berkata, "Pemanfaatan solusi Qlue saat ini masih didominasi oleh klien sektor publik seperti BUMN dan pemerintah daerah sebesar 70% dan 30% dari sektor swasta." 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini