Cara Pertamina Tangani Korban Kebakaran Tangki Di Kilang Balongan Diapresiasi

Cara Pertamina Tangani Korban Kebakaran Tangki Di Kilang Balongan Diapresiasi Kredit Foto: Mochamad Rizky Fauzan

Upaya membangun sinergi dengan instansi lain yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dalam rangka penanganan koorban terbakarnya tangki di Kilang Balongan mendapatkan apresiasi. Upaya tersebut dinilai sebagai wujud sikap tanggap dan terbuka terhadap semua pihak demi kepentingan para korban. Sikap saling terbuka antar lembaga tersebut pada akhirnya membawa dampak positif karena seluruh proses penanganan korban di lapangan menjadi lebih mudah, lancar dan tentunya lebih cepat. “Mereka (Pertamina sangat tanggap dan bahkan sangat terbuka, termasuk soal data pengungsi dan korban di lapangan. Ini membuat proses penanganan juga jadi lebih cepat dan lancar,” ujar Wakil Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Hadi Rahmat, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (30/3).

Selain terbuka dengan pihak lain, menurut Hadi, pihak Pertamina juga sangat sigap dalam menangani korban, termasuk luka bakar maupun luka ringan. Tak hanya itu, Pertamina juga menangani para pengungsi dengan sangat baik dan cekatan. “Apalagi mereka kan punya rumah sakit sendiri. Bahkan seluruh biaya juga suah ditanggung oleh mereka (Pertamina),” tutur Hadi, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Jawa Tengah tersebut.

Sementara terkait perkembangan kondisi korban, hingga saat ini Hadi menyebut sudah ada beberapa yang telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Sementara sisanya lagi masih menjalani perawatan, diantaranya dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Dari rilis terakhir disebutkan bahwa masih ada enam orang luka berat yang saat ini masih sudah dirujuk ke RSPP. “Jumlah yang luka ringan ada 26 orang dan sekarang sudah pulang ke rumah masing-masing. Tiga orang lagi luka sedang dan masih berada di Bumi Patra,” papar Hadi.

Sedangkan untuk ratusan pengungsi, Hadi menilai bahwa penanganan yang dilakukan Pertamina juga sudah bagus. Sebagaimana diketahui, yang dilakukan Pertamina terhadap para pengungsi adalah memindahkannya dari semula tiga titik menjadi hanya berkumpul di satu titik saja. Ketiga titik tersebut meliputi Pendopo Bupati Indramayu, Islamic Center Indramayu dan GOR Bumi Patra Indrmayu. “Sekarang semua sudah dikumpulkan di GOR Bumi Patra, sehingga secara penanganan bisa lebih efektif, memudahkan pemantauan dan juga distribusi logistik. Terlebih ketersediaan fasilitas umum di Bumi Patra juga sangat layak dan mendukung. Termasuk juga terkait ketersediaan sarana MCK (mandi, cuci dan kakus). Semua berjalan dengan baik,” tegas Hadi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini