Mendikbud Akui Pembukaan Kembali PTM Tertinggal Dibanding Negara Lain

Mendikbud Akui Pembukaan Kembali PTM Tertinggal Dibanding Negara Lain Kredit Foto: Akbar Nugroho Gumay

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem mengakui bahwa Indonesia tertinggal dalam upaya pembukaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kita saat ini agak sedikit ketinggalan," katanya dalam dialog yang digelar secara daring, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Mas Menteri Nadiem: Pembelajaran Tatap Muka Mulai Sekarang

Mas Menteri menambahkan bahwa setidaknya baru 20 sampai 22% sekolah yang sudah menggelar PTM secara terbatas.

Jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah ini ternyata berbanding sangat jauh. Mayoritas sekolah lain bahkan sudah memulai PTM secara penuh.

"Hampir 85 persen dari negara-negara Asia Pasifik sudah kembali ke sekolah," ujarnya.

Nadiem mengatakan bahwa pemberlakuan PTM secara terbatas sudah dimulai sejak disahkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri. 

Ia menambahkan bahwa sejatinya, usai disahkan, para sekolah yang gurunya sudah mendapat vaksinasi dapat memulai kembali PTM secara terbatas. Ini bersifat wajib bagi guru yang sudah mendapat vaksinasi.

Sementara orang tua murid masih diberikan kebebasan untuk memilih apakah mereka menginginkan anak mereka mengikuti PTM terbatas atau masih belajar dengan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini