Ini Cara Chevron Mitigasi Covid-19 Secara Digital

Ini Cara Chevron Mitigasi Covid-19 Secara Digital Kredit Foto: Reuters/Lucy Nicholson

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengungkapkan cara perusahaan dalam memitigasi penularan Covid-19. PT CPI mengklaim mampu menjaga tingkat positivity rate yang rendah di lingkungan kerja.

Angkanya stabil di bawah ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Komitmen BRI Membangun Negeri Tak Terhalang Pandemi Covid-19

Positivity rate menunjukkan rasio jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 berbanding dengan total tes yang dilakukan. Ambang batas yang ditetapkan WHO adalah 5 persen.

”Pemanfaatan teknologi digital memudahkan sistem pemantauan dan menjaga tingkat kepatuhan pekerja terhadap aturan dan prosedur internal sehingga potensi penyebaran virus dapat ditekan. Selain itu, Perusahaan kami juga terus berupaya meningkatkan kesadartahuan tentang COVID-19 melalui berbagai kegiatan edukasi dan komunikasi,” tutur Winu Adiarto, Acting SVP Corporate Affairs dalam diskusi daring, Kamis (1/4/2021).

Sebab, lanjut dia, upaya pencegahan COVID-19 berjalan efektif jika didukung dengan kesadaran kolektif dari seluruh pekerja dan keluarganya.

Strategi utama yang dijalankan PT CPI adalah melakukan edukasi; memiminalkan potensi paparan; deteksi dini dan pengelolaan kasus; mengantisipasi kasus positif dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan personel dan fasilitas; serta menjaga keberlangsungan operasi.

Terkait pemanfaatan teknologi digital, sejauh ini sebanyak 15 aplikasi yang telah dibuat dan digunakan PT CPI dalam upaya melindungi pekerja dan menekan risiko penyebaran COVID-19 di lingkungan kerja.

Mulai dari penapisan akses (access screening) masuk ke fasilitas Perusahaan; pembatasan perjalanan pribadi dan dinas; pemantauan perkembangan kasus; penjadwalan tes berkala; pemantauan kesehatan pekerja secara jarak jauh; hingga analisis pelacakan kontak (contact tracing).

Hingga saat ini, PT CPI masih menerapkan bekerja jarak jauh bagi pekerja dengan jenis pekerjaan kantor. Untuk menjaga kinerja karyawan, Perusahaan melakukan beberapa antisipasi di antaranya meningkatkan kapasitas jaringan, menyediakan tambahan cara akses ke sistem IT, meningkatkan sistem keamanan data, dan menjaga serta menambah sistem kolabarasi.

Program tahunan tentang pelatihan dan penilaian cara kerja yang ergonomis tetap dilakukan agar karyawan terhindar dari repetitive stress injuries (RSI).

RSI merupakan sejenis cedera pada persendian akibat ketegangan pada otot atau saraf karena suatu aktivitas fisik tertentu yang dilakukan secara kontinyu dan dalam jangka waktu lama.

Sedangkan bagi pekerja yang harus ke lapangan, Perusahaan menyusun berbagai prosedur untuk melindungi mereka dari potensi paparan virus.

Salah satunya adalah program kompartementalisasi, di mana para pekerja wajib menjalani karantina dan tes PCR setiap kali hendak bekerja di fasilitas yang kritikal.

 

 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini