Fahri Hamzah: Surat Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri Kasih Aja ke .... Biar Manfaat!

Fahri Hamzah: Surat Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri Kasih Aja ke .... Biar Manfaat! Kredit Foto: Instagram Fahri Hamzah

Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, merespons terkait adanya kemiripan surat wasiat pelaku penyerangan Mabes Polri dengan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Dia menyarankan agar hal tersebut dilakukan investigasi.

"Itu diinvestigasi aja," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/4/2021). Baca Juga: Upss! Kepribadian Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar: Cepat Marah dan Tempramental

Dia mengatakan, ada banyak medium seseorang, termasuk pelaku teror untuk mencurahkan isi hatinya, salah satunya melalui surat wasiat. Oleh karena itu, menurutnya para pakar perlu melakukan investigasi mendalam terkait surat tersebut. Baca Juga: Viral Pengemudi Fortuner Tabrak Motor dan Todongkan Pistol: Bukan Salah Gua!

"Kalau saya lebih senang ini diserahkan ke psikolog, ini diserahkan kepada ahli psikologi massa, agamawan, klinik-klinik kesehatan jiwa, ini lebih bermanfaat," ungkapnya. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya. Pelaku berinisial L tersebut meledakkan bom bersama istrinya yang berinisial YSF pada Ahad pagi.

“Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya yang isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid,” kata Listyo. 

Temuan surat wasiat serupa juga ditemukan dalam penggeledahan di kediaman pelaku penyerangan Mabes Polri, Jakarta. Sejumlah pesan disampaikan ZA (25 tahun) untuk orang tuanya, salah satu pesannya yaitu melarang keluarganya untuk berhubungan dengan bank (kartu kredit) lantaran dinilai riba dan tidak diberkahi Allah. ZA dalam suratnya juga melarang keluarganya untuk menjadi dawis (dasa wisma) dan tidak membanggakan Ahok. 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini