Jarang Terjadi! Partai Islam Israel Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi

Jarang Terjadi! Partai Islam Israel Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi Kredit Foto: Antara/Alex Kolomoisky/Yedioth Ahronoth/POOL via REUTERS

Partai Islam Ra’am menorehkan sejarah baru. Partai itu menjadi kunci dalam proses pemilihan Perdana Menteri (PM) di Israel. Sebab, tidak ada partai besar di negeri itu yang bisa langsung mencalonkan PM, mengingat perolehan kursinya tak memenuhi syarat pemilihan.

Ketua Umum Ra’am, Mansour Abbas, memanfaatkan momen ini untuk menyerukan kerja sama Arab-Yahudi di pemerintahan mendatang.

Baca Juga: Menlu Blinken Sebut Israel dan Palestina Harusnya Punya Status yang Sejajar karena...

Pada Kamis (1/4/). Abbas berpidato dan disiarkan lang­sung oleh beberapa media dan lembaga penyiaran di Israel sebagaimana dilansir AFP. Ia meminta, partai-partai Yahudi di Israel tidak memboikot partai Islam untuk berkoalisi dengan pemerintah berikutnya.

“Sekaranglah waktunya untuk berubah,” kata Abbas dikutip dari Times of Israel, kemarin.

Selama pidatonya, Abbas tidak mengungkapkan dukungannya ke Netanyahu atau pemimpin oposisi Yair Lapid. Dia juga menolak untuk mengasosiasikan partainya dengan salah satu blok politik.

Abbas menekankan bahwa dia bersedia bekerja dengan semua partai politik Yahudi, kiri dan kanan. Juga meninggalkan tradisi politik Arab Israel yang selama puluhan tahun menghin­dari kerja sama yang erat dengan pemerintah Israel atas konflik dengan Palestina.

“Apa yang mempersatukan kita semua lebih besar dari apa yang memisahkan kita,” ujar Abbas.

Politisi Islam itu mendefinisikan dirinya sebagai seorang Muslim dan seorang Arab, tetapi juga seorang warga negara Israel.

“Saya tidak ingin menjadi bagian dari blok kanan atau kiri. Saya di sini untuk blok yang berbeda, blok yang memilih saya untuk melayani rakyat saya,” kata Abbas.

“Dan memberi saya mandat untuk mengubah tuntutan publik Arab yang selama bertahun-tahun hanya merupakan tuntu­tan menjadi rencana kerja yang nyata,” sambung Abbas.

Abbas menyinggung masalah kejahatan, rasialisme, dan kemiskinan sebagai tantangan yang dihadapi orang Arab-Israel. Menurutnya, orang Arab-Israel membentuk 20 persen dari popu­lasi Israel yang berpenduduk 9,3 juta jiwa.

Seorang analis politik, Afif Abu Much, mengatakan, Abbas tampaknya ingin ada paradigma baru di Israel. “Pidato ini dituju­kan kepada orang-orang Yahudi, agar mereka dapat dilibatkan dalam permanainan ini. Abbas memiliki momen pengaruh yang langka di dalam perpolitikan Israel,” katanya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini