Jarang Terjadi! Partai Islam Israel Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi

Jarang Terjadi! Partai Islam Israel Raam Ajak Partai Yahudi Berkoalisi Kredit Foto: Antara/Alex Kolomoisky/Yedioth Ahronoth/POOL via REUTERS

Pemilu Israel yang digelar pada 23 Maret lalu berakhir dengan tidak adanya partai yang menguasai mayoritas kursi di Knesset (parlemen). Pemerintah yang mendukung kembali Benjamin Netanyahu maupun pemimpin oposisi Yair Lapid belum cukup memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk bisa mencalonkan perdana menteri. Mau tidak mau partai-partai di sana harus berkoalisi untuk bisa memenangkan kursi Perdana Menteri.

Di dalam Knesset terdapat 120 kursi. Untuk mempertahankan kendali atas Knesset, parlemen Israel, Netanyahu setidaknya harus menguasai minimal 61 kursi. Menurut penghitungan suara, koalisi haluan kanan yang mendukung Nentanyahu mem­peroleh 52 kursi dalam Knesset. Sedangkan oposisi memperoleh 57 kursi.

Partai Yamina dengan tujuh kursi dan Raam dengan empat kursi masih menggan­tung. Untuk dapat memperoleh minimal 61 kursi, mau tak mau Netanyahu harus menarik Partai Yamina dan Raam ke dalam koalisinya.

Atau, Netanyahu bisa melobi partai-partai sayap kanan oposisi untuk menjadi pendukungnya. Netanyahu mengatakan bahwa dia tidak akan mengecualikan siapa pun untuk masuk ke dalam koalisinya.

Namun, Ketua Partai Religious Zionist Bezalel Smotrich secara tegas menuturkan bah­wa dia menolak Partai Raam ke dalam koalisi pendukung Netanyahu.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini