Meski Ada 7 Orang Meninggal Setelah di Vaksin AstraZeneca, Vaksinasi Inggris Jalan Terus!

Meski Ada 7 Orang Meninggal Setelah di Vaksin AstraZeneca, Vaksinasi Inggris Jalan Terus! Kredit Foto: Reuters

Tujuh orang di Inggris dilaporkan meninggal dunia karena pembekuan darah setelah menerima vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca . Meski demikian, The Medicines and Healthcare Regulatory Agency, atau MHRA tetap mendesak warga untuk menerima vaksin itu.

MHRA mengatakan, tidak jelas apakah suntikan vaksin itu yang menyebabkan pembekuan dan bahwa tinjauan ketat terhadap laporan tentang jenis pembekuan darah yang langka, dan spesifik sedang berlangsung.

Secara total, MHRA mengatakan telah mengidentifikasi 30 kasus kejadian pembekuan darah langka dari total 18,1 juta dosis AstraZeneca yang diberikan hingga saat ini. 

Baca Juga: AstraZeneca Ogah Lagi Ekspor Vaksinnya ke Eropa, Terungkap Alasan Kuatnya...

"Risiko yang terkait dengan jenis pembekuan darah ini sangat kecil," ucapJune Raine, kepala eksekutif badan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (4/4/2021).

“Manfaat vaksin Covid-19 AstraZeneca dalam mencegah infeksi CovidD-19 dan komplikasinya lebih besar daripada risikonya dan masyarakat harus tetap menerima vaksin itu," sambungnya.

Kekhawatiran atas vaksin AstraZeneca telah mendorong beberapa negara termasuk Kanada, Prancis, Jerman, dan Belanda untuk membatasi penggunaannya untuk orang tua.

Baca Juga: Jangan Ragu, AstraZeneca Rilis Tingkat Efektivitas Terbaru untuk Vaksinnya

Inggris, yang telah meluncurkan vaksin virus korona lebih cepat daripada negara Eropa lainnya, sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan oleh para ilmuwan di Universitas Oxford.

London juga menggunakan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech. Di mana, hingga saat ini MRHA belum mendapat adanya laporan pembekuan darah dari warga yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini