Dapat Solidaritas dari Negara Arab, Raja Yordania Juga Didukung AS karena...

Dapat Solidaritas dari Negara Arab, Raja Yordania Juga Didukung AS karena... Kredit Foto: AFP/Jordanian Royal Palace

Pasukan keamanan Yordania menangkap sejumlah pejabat tinggi pemerintah saat penyelidikan terus berlangsung. Militer juga memperingatkan Putra Mahkota Pangeran Hamzah bin Al Hussein tidak mengganggu stabilitas negara.

Kantor berita Petra, Sabtu (3/4/2021), melaporkan seorang pejabat senior militer Yordania mengatakan seorang mantan menteri dan anggota keluarga kerajaan turut ditahan. Pemerintah membantah menahan Pangeran Hamzah.

Baca Juga: Waspada, Menlu Yordania Endus Tingkah Eks Putra Mahkota yang Bersekongkol sama Asing

Namun, mantan putra mahkota itu merilis sebuah video di mana ia mengaku menjadi tahanan rumah. Ia diminta tidak meninggal rumah dan berbicara dengan siapa pun. Amerika Serikat (AS) menanggapi potensi gejolak yang mungkin terjadi di Yordania.

"Kami memantau dengan saksama laporan-laporan dan terus berhubungan dengan pemerintah Yordania, Raja Abdullah II mitra penting Amerika Serikat dan kami mendukungnya sepenuhnya," kata Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip Al Jazeera.

Arab Saudi juga sudah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mendukung sepenuhnya semua keputusan dan langkah yang diambil Raja Abdullah dan Yang Mulia Pangeran Al Hussein bin Abdullah II dalam menjaga keamanan dan stabilitas. Begitu pula dengan Mesir.

"Mendukung Raja Abdullah dan upaya dalam menjaga stabilitas kerajaan dari setiap upaya untuk merusaknya," kata juru bicara pemerintah Mesir di media sosial Facebook.

"Yang Mulia Raja Hamad bin Isa Al Khalifa menegaskan dukungan penuhnya pada setiap keputusan dan langkah yang diambil Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein untuk menjaga keamanan dan stabilitas negaranya dan mencegah setiap ganggungan terhadapnya," kata Bahrain dalam pernyataan yang disampaikan melalui kantor berita BNA.

Dewan Kerja Sama Teluk juga menegaskan kembali dukungan mereka pada Yordania dalam menjaga stabilitas. Blok tersebut berharap dibawah kepemimpinan Raja Abdullah II stabilitas dan keamanan Yordania tetap terjaga.

Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengungkapkan langsung dukungannya pada Yordania melalui Twitter.

"Keamanan dan keselamatan Yordania dasar dari keamanan dan keselamatan dunia Arab, solidaritas untuk pemimpin Yordania dan Raja Abdullah dalam membela kepentingan rakyat Yordania, melindungi stabilitas mereka dan menolak intervensi urusan internal mereka," katanya.

Kuwait, Irak, Qatar, pemerintah Yaman yang diakui masyarakat internasional, Otoritas Palestina dan Liga Arab juga telah mengungkapkan dukungan mereka pada Yordania. Uni Emirat Arab (UEA) juga menegaskan dukungan penuh untuk negara tetangga.

"UEA menegaskan bersama dan sepenuhnya mendukung semua keputusan dan langkah yang diambil Raja Abdullah II dan Putra Mahkota Al Hussein bin Abdullah II untuk menjaga keamanan dan stabilitas Yordania dan meredakan setiap upaya mempengaruhi mereka," kata UEA dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita WAM.

"UEA menegaskan keamanan dan stabilitas Yordania bagian integral dari keamanannya," tambah UEA.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini