Adik Tiri Raja Abdullah II Terlibat Kudeta, Nama Mossad Israel Juga Diseret-seret

Adik Tiri Raja Abdullah II Terlibat Kudeta, Nama Mossad Israel Juga Diseret-seret Kredit Foto: GTO Israel/Kobi Gideon

Pangeran Hamzah bin Hussein, mantan putra mahkota Kerajaan Yordania, ditangkap atas tuduhan merencanakan kudeta terhadap pemerintah. Menurut media lokal, pria Israel yang diduga sebagai agen Mossad, terlibat dengan berupaya membantu pangeran tersebut melarikan diri.

Pemerintah Kerajaan Yordania sebelumnya mengumumkan bahwa Pangeran Hamzah dan dua pejabat istana lainnya telah mengadakan kontak dengan badan intelijen asing yang tidak disebutkan namanya untuk mengacaukan Kerajaan.

Baca Juga: Awas, Militer Yordania Peringatkan Saudara Tiri Raja Tak Rongrong Stabilitas Negara

Hamzah sendiri mengaku telah ditempatkan di bawah tahanan rumah dan saluran komunikasinya diputus.

Media lokal melaporkan, pria yang menghubungi Pangeran Hamzah baru-baru ini dan menawarkan bantuan untuk melarikan diri dari Yordania memiliki hubungan dengan agen Mossad, badan intelijen Israel yang beroperasi di luar negeri.

Menurut kantor berita Ammon, media yang dekat dengan dinas keamanan Yordania, nama pria itu adalah Roy Shaposhnik dan dia diduga mantan perwira Mossad.

Laporan lain dari Axios, media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa Shaposhnik memberikan pernyataan di mana dia membantah terlibat dalam dugaan kudeta di Kerajaan Yordania. Dia juga menolak laporan bahwa dia pernah bekerja untuk Mossad.

Namun, dia membenarkan bahwa dia telah menawarkan bantuan kepada Pangeran Hamzah dan keluarganya.

"Saya orang Israel yang tinggal di Eropa. Saya tidak pernah bertugas di dinas intelijen Israel," kata Shaposhnik, yang dilansir Senin (5/4/2021).

"Saya tidak tahu apa-apa tentang peristiwa yang terjadi di Yordania atau orang-orang yang terlibat. Saya adalah teman dekat Pangeran Hamzah."

Di masa lalu, Shaposhnik pernah menjadi penasihat mantan Perdana Menteri Ehud Olmert dan juga bekerja sebagai agen politik di partai Kadima Israel (Partai ini sebagian besar terdiri dari para pembelot Likud, tetapi dibubarkan pada tahun 2015).

Dia kemudian meninggalkan politik untuk bisnis, mendirikan perusahaannya sendiri—RS Logistical Solutions, yang memberikan layanan kepada pemerintah asing, termasuk Departemen Luar Negeri AS.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini