Elektabilitas Demokrat Moncer Berkat Drama Kudeta? AHY: Kami Tidak Punya Maksud Lain

Elektabilitas Demokrat Moncer Berkat Drama Kudeta? AHY: Kami Tidak Punya Maksud Lain Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau akrab disapa AHY menyebut, elektabilitas Partai Demokrat semakin baik dari waktu ke waktu. Hal itu berkat kerja keras para kader, utamanya di Jawa Timur (Jatim).

Dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), jika pemilihan legislatif di gelar bulan Maret ini, Partai Demokrat memperoleh elektabilitas 7,7%. Hasil tersebut menempatkan partai berlambang bintang mercy itu pada posisi keempat pada survei yang dilakukan terhadap 1.220 responden selama 28 Februari-8 Maret 2021.

Baca Juga: Razman Pilih Tinggalkan Demokrat Versi KLB, Kubu Moeldoko Malah Girang

"Sejumlah lembaga survei menempatkan kami pada peringkat tiga atau empat. Dari posisi awalnya enam atau tujuh," kata Ketua Umum Partai Demokrat , Agus Harimurti Yudhoyono atau akrab disapa AHY saat pertemuan dengan pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-Jatim di Prigen, Pasuruan, Senin (5/4/2021).

AHY membantah bahwa, prahara yang melanda partai yang dipimpinnya dalam dua bulan terakhir itu merupakan bagian dari strategi untuk mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat.

"Kami tentu tidak punya maksud lain. Tidak ada demi meningkatkan elektabilitas kami cari sendiri panggung-panggung yang sebetulnya tidak perlu. Jadi apa yang kami lakukan selama dua bulan ini benar-benar murni untuk menyelamatkan partai. Tidak terpikir untuk menaikkan elektabilitas ," imbuhnya.

Diketahui, survei SMRC menempatkan PDIP mendominasi dukungan dengan elektabilitas 24,9%. Disusul Partai Golkar dan Partai Gerindra ada di urutan kedua dan ketiga yang sama-sama memiliki elektabilitas 11,6%. Peringkat kelima adalah PKB dengan elektabilitas 7,5%, PKS 5,2% dan Partai Nasdem 4,1%. Kemudian PAN menyusul dengan elektabilitas 2,5%, PPP 2,7%.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini