Gegara Covid-19 Angka Naik 18%, Banyak Remaja Eropa Terganggu Jiwanya

Gegara Covid-19 Angka Naik 18%, Banyak Remaja Eropa Terganggu Jiwanya Kredit Foto: Unsplash/Macau Photo Agency

Terletak di kota Braine l'Alleud, Belgia, terdapat bangsal rumah sakit tempat remaja yang mengalami gangguan mental akut datang untuk mendapatkan perawatan dan dukungan psikologis.

"COVID-19 adalah 'sesuatu yang ekstra' yang membuat saya agak kelelahan," kata Alexandra, berusia 17 tahun, yang menetap di bangsal perawatan sejak Februari lalu.

Baca Juga: Di Momen Paskah, Paus Fransiskus Singgung Vaksin Corona dan Konflik di Dunia

"(Kondisi) itu sangat membuat stres karena ayah saya berisiko tinggi terinfeksi, jadi saya harus diisolasi dari keluarga," katanya kepada DW.

"Saya harus makan sendiri, tinggal sendiri, saya tidak bisa memeluk orang tua saya … Rasanya sangat sepi dan saya merasa terputus dari dunia."

Fasilitas perawatan mental remaja di Belgia

Tidak hanya Alexandra yang berjuang menghadapi virus corona. Sejak awal tahun 2021, permintaan masuk ke unit psikiatri telah melonjak. "Semua unit lain di Belgia juga penuh," kata Direktur Lingkungan Sophie Maes.

"Mereka tidak bisa menerima pasien baru, tapi permintaan baru terus membanjir."

"Bagaimana Anda memilih antara anak berusia 15 tahun yang ingin bunuh diri dan yang berusia 16 tahun yang ingin bunuh diri? Itu adalah pilihan yang mustahil," katanya sambil menggelengkan kepalanya.

Dr Maes mengatakan banyak remaja yang saat ini mencari bantuan untuk mengelola emosi mereka dalam keadaan normal. Namun, setelah setahun tidak pergi bersekolah, putus asa, berulang kali harapannya pupus, dan kelangkaan interaksi sosial, mereka tidak bisa lagi bertahan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini