Reaksi Negatif Masyarakat Tanggapi Mudik Lebaran Dilarang

Reaksi Negatif Masyarakat Tanggapi Mudik Lebaran Dilarang Kredit Foto: WE

Pemerintah resmi melarang masyarakat mudik di momen Lebaran 1442 Hijriah. Pelarangan pulang kampung tersebut berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

"Tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu.

Alasan utama mudik dilarang untuk mencegah penularan virus corona yang masih mewabah. Sementara, menurut data survei yang diterbitkan Kementerian Perhubungan ada 11 persen kelompok masyarakat yang "keukeuh" mudik saat momen libur Idul Fitri 1442H. Meski, 89 persen lainnya memilih mengikuti aturan pemerintah.

Di sisi lain, psikolog klinis Meity Arianty menerangkan bahwa reaksi negatif masyarakat atas kebijakan yang dikeluarkan adalah perasaan yang akan selalu terjadi.

"Seringkali kita melihat begitu banyak kebijakan yang tentu enggak akan menyenangkan semua pihak, itu akan terjadi di mana-mana," ungkap Mei kepada MNC Portal melalui pesan singkat, Selasa (6/4/2021).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini