Perkara Xinjiang, China Bikin Produk-produk Asing Disensor Setelah...

Perkara Xinjiang, China Bikin Produk-produk Asing Disensor Setelah... Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

Apa yang melatari penyensoran ini?

Polemik kapas Xinjiang muncul setelah AS dan negara-negara Barat lainnya menekan China atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi yang terletak di barat laut negeri Tembok Besar itu.

Kampanye mendukung kapas Xinjiang muncul Maret lalu saat media-media massa pemerintah China dan para warganet menyerang merek H&M yang tahun lalu menyatakan prihatin soal dugaan warga Uighur jadi pekerja paksa atas produksi kapas di wilayah itu.

Kemarahan juga menyebar ke merek-merek Barat lainnya setelah diketahui melontarkan sikap serupa. Penjualan merek-merek tersebut pun langsung diblokir di platform-platform toko online China. Merek-merek lain yang juga kena getahnya, antara lain Nike, Adidas, dan Puma.

Produsen merek-merek itu diketahui tergabung dalam Better Cotton Initiative (BCI), yaitu kelompok nirlaba yang mengkampanyekan produksi kapas secara berkelanjutan. Kelompok itu Oktober tahun lalu menyatakan telah menghentikan operasinya di Xinjiang, begitu pula atas perizinan kapas buatan wilayah itu, dengan mengutip dugaan soal tenaga kerja paksa.

Desember tahun lalu BBC mempublikasikan investigasi berbasis riset yang menunjukkan China memaksa ratusan ribu warga minoritas, termasuk Uighur, untuk bekerja di ladang-ladang kapas Xinjiang.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini