Kota Hilang di Luxor Akhirnya Ditemukan, Mesir Identifikasi dari Masa Firaun...

Kota Hilang di Luxor Akhirnya Ditemukan, Mesir Identifikasi dari Masa Firaun... Kredit Foto: Advisor Zahi Hawass

Ahli Arkeolog Mesir menemukan sebuah kota yang hilang. Kota tersebut dibangun pada masa pemerintahan Amenhotep III, firaun kesembilan dari Dinasti ke-18. 

Kota yang terkubur di bawah pasir dekat Lembah Para Raja di Luxor itu berusia 3.000 tahun. Tetapi temuan menyebutkan, bahwa sejumlah besar perkakas di dalam tembok kota yang digali, masih sangat terawat dengan baik. 

Baca Juga: Parade Mumi Kerajaan Mesir Kuno Berlangsung Meriah, Salah Satu Cara Tarik Para Pengunjung

Tim yang dipimpin arkeolog terkemuka Dr Zahi Hawass, tengah menggali untuk menemukan kamar mayat kuil Tutankhamun dekat Luxor. Sebelumnya mereka telah menemukan bangunan bata lumpur yang membentang ke segala arah.

"Kami memulai pekerjaan kami mencari kuil kamar mayat Tutankhamun karena kuil Horemheb dan Ay ditemukan di daerah ini,” kata Dr Hawass, dilansir dari The National News, Jumat (9/4/2021). 

Di dalam gedung-gedung kota, beberapa di antaranya setinggi tiga meter, terdapat perkakas perhiasan, kumbang, dan tembikar. Ahli Mesir Kuno sudah memuji pentingnya temuan tersebut, dengan beberapa menyamakannya dengan penemuan Pompeii, kota kuno lain yang berisi sejumlah besar artefak utuh. 

“Penemuan kota yang hilang ini adalah penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun,” kata Dr Betsy Brian, profesor Egyptology di Universitas Johns Hopkins di Baltimore. 

"Penemuan kota yang hilang tidak hanya akan memberi kita sekilas gambaran langka tentang kehidupan orang Mesir Kuno pada saat Kekaisaran berada pada kondisi terkaya, tetapi akan membantu kita menjelaskan salah satu misteri terbesar dalam sejarah: mengapa Akhenaten dan Nefertiti memutuskan untuk pindah ke Amarna? "sambungnya.

Misi tersebut telah berada di lokasi selama tujuh bulan terakhir dan sejak itu telah menggali sebagian besar kota. Perbatasannya meluas sampai ke Deir El Medina di dekatnya, sebuah desa Mesir kuno yang merupakan rumah bagi para pengrajin yang bekerja di makam di Lembah Para Raja selama dinasti ke-18 hingga ke-20.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini