OJK Tegaskan Belum Ada Bank Digital di Indonesia

OJK Tegaskan Belum Ada Bank Digital di Indonesia Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sampai saat ini belum ada bank digital yang beroperasi secara penuh di Indonesia. Hal ini lantaran, aturan terkait bank digital masih digodok regulator.

Seperti diketahui saat ini sudah banyak bank yang mengklaim sebagai bank digital seperti Bank Neo Commmerce, Seabank Indonesia dan lain sebagainya.

"Dia sudah melakukan aktivitas layanan digital tapi (aturan) yang kita keluarkan nanti yang full digital," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat saat Pelatihan dan Gathering Wartawan di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/4/2021). Baca Juga: Ramai-Ramai Mencicip Lezatnya Bisnis Bank Digital

Adapun terkait aturan bank digital, Teguh menuturkan, saat ini aturan tersebut masih dalam proses rulemaking rule guna mengakomodasi kebutuhan pelaku industri. Adapun pendirian bank digital akan dibagi menjadi dua jenis. Pertama, entitas baru yang akan beroperasi penuh sebagai bank digital.
Keduatransformasi dari bank konvensional menjadi digital.

"Mudah-mudahan tahun ini (selesai) kita targetkan semester I atau semester II 2021 keluar aturannya," tukasnya.

lebih lanjut, katanya, pokok utama yang diatur pada prinsipnya ialah terkait permodalan, aktivitas bisnis dan kelembagaan bank digital tersebut.

"Nanti ke dalamnya lagi harus ada Peraturan OJK (POJK) turunannya seperti syarat-syarat, kedudukan, dan sebagainya," kata Teguh.

Menurutnya, aturan terkait bank digital ini akan mengacu pada sejumlah negara yang sudah mengeluarkan peraturan bank digital. "Sudah ada beberapa di Singapura, Hongkong, dan  Inggris yang mengatur bank digital karena memang kalau kita lihat ke depan harus ada yang mengatur ini," tuturnya.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini