Pejabat Kejaksaan Dilaporkan ke Kantor Polisi, LQ Indonesia Beberkan Kasusnya

Pejabat Kejaksaan Dilaporkan ke Kantor Polisi, LQ Indonesia Beberkan Kasusnya Kredit Foto: Istimewa

Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir, dilaporkan oleh SK, terkait dugaan penipuan dengan modus penangguhan penahanan.

Selain itu, SK juga melaporkan pengacara Natalia Rusli. Sebelumnya, SK juga sempat melaporkan Chaerul dan lantaran mengaku dijanjikan akan diselesaikan masalahnya. Baca Juga: Ditolak Kemenkumham, Demokrat Kubu Moeldoko Bilang: Di Mata Hukum Masih Sah

Menurut pihak kuasa hukum SK dari LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim, laporan kedua SK dibuat sebagai antisipasi apabila kliennya itu ternyata 'dijebak' pasca pencabutan laporan pertama.

"Karena rasa kasihan (dengan Chaerul) dan mau selesai secara damai, korban (SK) tetap memerintahkan LQ untuk cabut LP (laporan polisi). Akhirnya LQ menyarankan sebagai pengamanan agar dibuat terlebih dahulu LP kedua dugaan penipuan dengan pelapor suaminya korban SK," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/4/2021).Baca Juga: Rekan-rekannya Dipolisikan, LQ Indonesia Santai: Tugas Kami Menegakkan Hukum

Sambungnya, "Jikalau para oknum menjebak maka masih ada laporan polisi. Korban SK setuju taktik LQ dan dibuatlah LP kedua tanggal 7 April 2021 dimana LQ dan korban diam tidak melakukan release ke media," imbuh dia.

Surat permohonan pencabutan LP dimasukkan pada 8 April 2021 siang. Lalu, kata Alvin, malamnya Natalia Rusli membuat laporan balik terhadap korban.

"Dengan gagahnya Natalia memasukkan pelaporan ITE terhadap korban dan kuasa hukum LQ. Lalu dengan angkuhnya press release dan menaikkan berita yang menyebut bahwa korban dan kuasa hukum LQ Indonesia Law Firm telah dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik terkait dugaan penipuan Rp500 juta yang melibatkan Ses," jelas Alvin.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini