Gegara Ini, Angka Harian Kasus Corona India Lampaui Rekor

Gegara Ini, Angka Harian Kasus Corona India Lampaui Rekor Kredit Foto: Antara/REUTERS/Francis Mascarenhas

India melaporkan rekor harian infeksi virus corona mencapai 168.912 pada Senin (12/4/2021). Rekor harian tersebut membuat India menyalip Brasil dan menempati urutan kedua sebagai negara yang mencatat kasus virus corona tertinggi. 

Data Kementerian Kesehatan India pada Senin menunjukkan jumlah kematian akibat virus corona dalam 24 jam terakhir mencapai 904, sehingga totalnya menjadi 170.179.

Baca Juga: Perhatikan Baik-baik, Segini Bahayanya Mutan Corona dari India

Sementara berdasarkan data Universitas John Hopkins, secara keseluruhan India mencatat 13,53 juta kasus, sedangkan Brasil 13,48 juta kasus. Amerika Serikat tetap memimpin penghitungan global dengan 31,2 juta kasus. 

Peningkatan kasus virus corona di India disebabkan oleh festival keagamaan, demonstrasi kampanye, dan pemakaian masker yang mulai longgar di sejumlah daerah. Selain itu, pemilihan umum daerah juga sedang berlangsung di beberapa negara bagian. 

Puluhan ribu orang berkumpul di negara bagian Uttarakhand utara untuk Kumbh Mela atau Pitcher Festival, yang merupakan ziarah agama Hindu. Di Maharashtra yang paling parah terkena dampak dan ibukotanya Mumbai, telah menetapkan kebijakan untuk menutup restoran, dan membatasi pertemuan publik. 

India telah menyuntikkan 77 juta dosis vaksin Covid-19 sejak Januari. Namun, vaksinasi Covid-19 per kapita India lebih rendah daripada negara lain. India saat ini hanya memvaksinasi orang yang berusia di atas 45 tahun. 

Sementara tenaga medis dan pekerja garis depan telah mendapatkan suntikan vaksin terlebih dahulu.  Pemerintah dalam beberapa pekan terakhir telah menaangguhkan ekspor vaksin. India sebagai produsen vaksin terbesar telah mengirimkan lebih dari 65 juta dosis ke seluruh dunia.

"Telah digarisbawahi bahwa semua upaya sedang dilakukan untuk mengamankan jumlah vaksin yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang meningkat serta untuk memenuhi kebutuhan asli negara lain," kata kantor Perdana Menteri Narendra Modi dalam sebuah pernyataan.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini