KOL Stories x Timothy Ronald: Meraup THR dari Hasil Cuan Saham, Mungkin Gak Ya?

KOL Stories x Timothy Ronald: Meraup THR dari Hasil Cuan Saham, Mungkin Gak Ya? Kredit Foto: Instagram Timothy Ronald

Idul Fitri merupakan hari raya yang senantiasa dinantikan setiap tahun bagi umat Muslim dunia dan juga bagi seluruh warga Tanah Air. Nah, tradisi idul fitri atau lebaran yang paling ditunggu-tunggu yaitu THR atau Tunjangan Hari Raya. 

Keberadaan THR ini menjadi angin segar bagi mereka yang memiliki cukup banyak kebutuhan selama Ramadhan hingga menjelang hari raya. THR umumnya dibayarkan oleh perusahaan setahun sekali dan selambat-lambatnya diberikan seminggu sebelum hari raya tiba.

Baca Juga: KOL Stories x Andy Hopss: Rahasia Bangun Bisnis Cak Andy

Namun, di tengah situasi pandemi ini, nyatanya ada banyak pekerja yang merasa khawatir jika THR dipotong alias tak dibayar penuh. Bahkan, mereka juga takut gagal dapat THR gara-gara pandemi Covid-19.

Sayangnya juga, tidak semua pekerja mendapatkan THR, ada banyak profesi di luar sana yang membuat pekerjanya tidak mendapatkan THR. Beberapa profesi yang tidak mendapat THR antara lain pekerja freelance, usaha kecil, petani, dan berbagai profesi lainnya lainya. 

Untuk itu, Warta Ekonomi akan membahas terkait apakah bisa mengantongi THR dari hasil investasi di saham bersama dengan Timothy Ronald yang merupakan Co-Founder Ternak Uang. 

Saham menjadi instrumen investasi yang mencuri perhatian belakangan ini. menurut Anda, apa sih keuntungan berinvestasi, khususnya di saham?

Keuntungan berinvestasi di saham terbagi menjadi dua. Pertama, kita akan mendapat capital gain atau keuntungan berupa kenaikan harga sahamnya. Keuntungan kedua adalah dividen, yaitu margin hasil. Perusahaan besar akan mencetak laba. Mereka membagikan sebagian porsi dari laba kepada shareholder. Ini disebut sebagai dividen.

Sebaiknya kapan saat yang tepat untuk mulai berinvestasi? Kemudian sebelum memutuskan berinvestasi di saham, apa saja yang perlu kita lakukan?

Waktu yang tepat untuk investasi saham adalah sekarang. Jadi, investasi saham itu tidak mengenal usia. Karena uang itu sifatnya compounding interest, dimana bunganya bisa berbunga. Jadi, manusia itu punya pemikiran linear, bukan ekponensial. Misalnya 6 ditambah 6 ditambah 6 akan lebih mudah ketimbang 6 kali 6 kali 6.

Saham ini kan untuk mendapat keuntungan, maka keuntungan yang didapat harus diinvestasikan lagi. Jadi compounding seperti bola salju dari kecil menjadi besar. Semakin cepat kita mulai, maka semakin besar bola saljunya. Mulai secepatnya, sedini mungkin.

Mungkin banyak yang masih bingung, apakah saham itu sulit atau tidak, mengingat banyaknya grafik dan angka. Simpelnya, saham itu adalah kita membeli kepemilikan perusahaan. Belinya dimana? Kita beli ke Bursa Efek Indonesia. Jika kita sedang beli baju, apakah kita membeli barang dari mall atau tokonya? Jawabannya kita membeli baju dari tokonya.

Anggaplah Bursa Efek Indonesia tadi seperti mall. Jadi kita beli barang ke tokonya yang berupa sekuritas. Ada banyak toko yang tersedia di luar sana. Untuk bisa mendaftar di sekuritas ini, ada jembatan penghubung antara kita sebagai pembeli dengan bursa, yaitu broker.

Dalam pemilihan sekuritas, kita perlu melihat banyak hal seperti trading fee-nya apakah terlalu tinggi. Kedua mungkin fitur-fiturnya. Bagi orang yang hanya investing biasa mungkin akan memilih fitur yang lebih sedikit. Namun untuk orang yang ingin melakukan trading, mungkin akan menggunakan fitur yang lebih advanced.

Dokumen apa saja yang diperlukan? Kita hanya perlu KTP dan NPWP, dan NPWP pun sifatnya opsional. Bagaimana jika belum punya KTP? Kita bisa belajar dulu, tingkatkan skill kita. Jadi jika berumur 18 tahun sudah bisa dan siap terjun ke pasar modal.

Bagaimana cara memilih saham yang tepat? Strategi seperti apa yang harus dilakukan kala berinvestasi saham?

Saya selalu menggunakan metode top-down analysis. Top-nya adalah ekonomi global atau secara makro, apa saja yang dilakukan pemerintah AS? apa stimulus dari mereka ke emerging country seperti kita? Baru kemudian kita lihat secara local, seperti apa sektor yang sedang meningkat di Indonesia. Misalnya belakangan ini bank digital sedang naik. Kita bisa saham yang berkaitan dengan industri tersebut. Kemudian kita lihat, apakah saham bank digital-nya gorengan atau tidak. 

Apakah bisa menyulap hasil cuan dari investasi saham menjadi THR bagi para pekerja yang profesinya memang tidak memungkinkan untuk memperoleh THR?

Tergantung saham yang dipilih. Misalnya untuk trading itu bisa mendapat dalam jangka waktu mingguan atau bulanan. Tetapi value pass itu mungkin agak lama, karena pasti dia akan mencari saham dengan value dibawah nilai intristiknya, dan butuh waktu satu hingga tiga tahun. Tetapi yang ingin mendapatkan THR, kalian bisa cari saham yang sedang uptrend secara teknikal dan flow-nya juga sedang bagus.

Apa saham yang tepat untuk dipilih supaya bisa dimanfaatkan sebagai THR?

Mendekati hari raya, kalian bisa membeli saham di sektor retail dan poultry. Tetapi saya pribadi tidak masuk kedalam kedua sektor tersebut. Saya sendiri sih jarang diversifikasi, maksimal hanya 3 sampai 5 saham saja.

Adakah yang ingin disampaikan kepada teman-teman yang tengah berinvestasi di instrumen saham? seperti tips dalam berinvestasi saham misalnya. 

Dalam investasi saham, yang terpenting adalah meningkatkan skill kita sebagai investor. Dengan skill yang mumpuni, kita bisa mendapat keuntungan yang lebih banyak. Saya merekomendasikan buku berjudul The Intellegent Investor oleh Benjamin Graham untuk kalian pelajari, terutama di chapter 8 dan 12 yang menjelaskan bagaimana cara market itu bekerja. Untuk itu, kita harus investasi leher ke atas untuk mempermudah kita dalam berinvestasi saham.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini