Iran Melawan Israel, Peringatan Keras Keluar dari Mulut Orang Ini

Iran Melawan Israel, Peringatan Keras Keluar dari Mulut Orang Ini Kredit Foto: Deutsche Welle/YCJ

Iran menyalahkan Israel sebagai dalang dibalik insiden di pabrik nuklir Natanz. Stasiun televisi Iran mengutip Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif yang mengatakan akan membalas Israel.

Pihak berwenang Iran menggambarkan insiden sebagai aksi 'terorisme nuklir'. Teheran mengatakan mereka berhak menindak pelakunya.

Baca Juga: Fasilitas Nuklirnya Disabotase, Respons Iran ke Muka Israel Gak Terduga!

Iran dan kekuatan dunia telah menggelar apa yang mereka sebut pertemuan 'konstruktif' pekan lalu. Salah satu upaya untuk membawa kembali Iran dan Amerika Serikat (AS) bergabung dengan kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

"Zionis ingin membalas dendam karena kemajuan kami dalam upaya mencabut sanksi-sanksi, secara terbuka mereka sudah mengatakan tidak akan membiarkan itu terjadi, tapi kami akan membalas dendam Zionis," kata Zarif seperti dikutip stasiun televisi Iran, Senin (12/4/2021).

Sejumlah media Israel mengutip sumber dari lembaga intelijen yang mengatakan badan intelijen Mossad menggelar operasi sabotase pabrik nuklir Iran, Natanz. Aksi itu kabarnya dapat menghambat pengayaan uranium yang sudah dilakukan berbulan-bulan. Israel sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan ini.

Natanz yang menjadi tempat pengayaan uranium salah satu fasilitas nuklir Iran yang dipantau inspektor dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Lokasi Natanz berada di bawah permukaan tanah.

Pada konferensi pers juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan insiden di Natanz dapat dikategorikan sebagai 'penyerangan terhadap kemanusiaan'. Tapi ia menambahkan tidak ada 'korban jiwa atau yang terkontaminasi' dalam insiden tersebut.

"Pakar nuklir kami sedang memeriksa kerusakannya tapi saya dapat pastikan Iran dapat mengganti sentrifugal untuk memperkaya uranium yang rusak di Natanz dengan yang lebih canggih," kata Khatibzadeh. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini