Indonesia Ajak Jerman Genjot Kualitas SDM Industri 4.0

Indonesia Ajak Jerman Genjot Kualitas SDM Industri 4.0 Kredit Foto: TechCrunch

Presiden Joko Widodo mengajak Kanselir Jerman Angela Merkel untuk berkolaborasi dalam membangun transfromasi digital di Indonesia. Hal itu dikatakan Jokowi saat meresmikan pembukaan Hannover Messe 2021.

Dalam pameran dagang terbesar dunia tersebut, Indonesia mendapat kerhormatan menjadi negara mitra resmi. "Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia sendiri telah menyiapkan roadmap implementasi Making Indonesia 4.0," kata Jokowi.

Baca Juga: Ekspor Indonesia Kembali Bergeliat di 2021, Ini Buktinya

Jokowi mengungkapkan ada tiga hal utama yang disiapkan Indonesia dalam peta jalan transformasi digital di Indonesia. Poin pertama ujar Jokowi adalah penguatan sumber daya manusia di era industry 4.0. Menurut Jokowi, SDM merupakan kebutuhan dasar untuk mewujudkan cita-cita transformasi digital secara optimal.

"Tantangan big data, artificial intelligence, internet of things. Saya yakin, Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi," ucap Jokowi.

Hal kedua yang disiapkan Indonesia, ujar Jokowi, adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif.  Pembenahan iklim investasi ujarnya membutuhkan reformasi struktural. Reformasi ini pun diwijudkan dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

"Undang-Undang Cipta Kerja ini akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, memberikan insentif. Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital," jelasnya.

Sementara itu, hal ketiga yang disiapkan Indonesia adalan komitmen pemerintah untuk berinvestasi pada pembangunan hijau. Pandemi Covid-19 kata Jokowi adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk mendorong pembangunan hijau.

Salah satu terobosan Indonesia, ujar Jokowi, adalah pembangunan biodiesel atau green diesel dari kelapa sawit. Selain itu, pemerintah berupaya mengembangkan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap di sektor rumah tangga.

"Proyek ini akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca," jelasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini