Ada Taiwan Juga Somaliland, China dan Somalia Sama-sama Murka, Ada Apa Sih?

Ada Taiwan Juga Somaliland, China dan Somalia Sama-sama Murka, Ada Apa Sih? Kredit Foto: Middle East Online

Baik Taiwan dan Somaliland pada dasarnya adalah dua wilayah yang berfungsi penuh sebagai "negara" dan dengan bangga menyatakan kemerdekan mereka walaupun tidak mendapatkan pengakuan luas secara internasional, dan sekarang mereka menjalin hubungan yang semakin dekat, seperti yang dilaporkan Mary Harper.

"Selamat datang di kantor kami yang sederhana," kata Chou Shuo-Wei Amir, Sekretaris Ketiga di kantor misi diplomatik Taiwan di Somaliland.

Baca Juga: Bikin China Merinding! Begini Tampilan Kapal Perang Amfibi Teranyar Milik Taiwan

Nyatanya, kata "sederhana" salah tempat karena kantornya terletak di sebuah vila besar di sebelah kementerian urusan agama di Ibu Kota Somaliland, Hargeisa. Bendera Taiwan berkibar lembut ditiup angin sepoi-sepoi – warna merah, putih, dan biru bendera mencolok di langit biru yang cerah.

Meskipun beberapa pihak melihat hubungan mereka aneh, Somaliland dan Taiwan dalam banyak hal merupakan rekan serasi yang alami.

Membuat marah China dan Somalia

Baik Taiwan dan Somaliland tidak diakui secara internasional dan keduanya memiliki tetangga yang lebih besar yaitu Somalia dan China.

Somalia dan China bersikeras bahwa Somaliland dan Taiwan adalah bagian dari wilayah mereka. Kedua negara itu marah besar ketika Somaliland dan Taiwan menjalin hubungan diplomatik tahun lalu.

Somalia mengecam Taiwan karena berteman dengan Somaliland. Sementara, pejabat China datang langsung ke Somaliland dan bersikeras agar hubungan dengan Taiwan diputus.

Ada kemungkinan bahwa China melihat hubungan Taiwan dengan Somaliland sebagai potensi pengganggu proyek Belt and Road Initiative, di mana China berencana untuk mengembangkan rute perdagangan laut dan darat di seluruh Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

Somaliland dengan pelabuhan Berbera yang sangat strategis, dapat menghalangi kelangsungan Jalur Sutra Maritim China di sepanjang pantai timur Afrika.

China mungkin juga mengamati persahabatan Somaliland-Taiwan dengan sedikit gugup karena China telah mendirikan pangkalan militer luar negeri pertamanya di Djibouti yang berdekatan.

Taiwan melihat Somaliland sebagai langkah pertama dalam ambisinya di kawasan.

"Somaliland adalah pintu gerbang Taiwan ke Afrika Timur," kata perwakilan Taiwan di Somaliland, Allen Chenhwa Lou, duduk di bawah foto presidennya, Tsai Ing-wen.

"Dari sini saya mewakili Taiwan di 10 negara Afrika Timur, termasuk Kenya dan Ethiopia."

Somaliland adalah satu dari dua wilayah di Afrika yang memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Taiwan. Yang pertama adalah negara kecil Eswatini, yang menjalin hubungan sejak tahun 1968.

'Kakak laki-laki Somaliland'

Lou menggambarkan hubungan antara dua wilayah sebagai "win-win". Taiwan menawarkan bantuan di bidang pertanian, teknologi, pendidikan, perawatan kesehatan, pemilu, dan energi. Somaliland memiliki lokasi yang strategis, sumber ikan yang kaya, sumber daya alam dan potensi wisata.

"Somaliland menyebut Taiwan sebagai kakak laki-laki," kata Lou. "Tapi saya lebih suka melihat hubungan kami sebagai hubungan yang saling berbagi dan kooperatif. Kami akan selalu bersama Somaliland.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini