Crown Group Investasi Rp10 Triliun Bangun Proyek Kawasan Timur Sidney

Crown Group Investasi Rp10 Triliun Bangun Proyek Kawasan Timur Sidney Kredit Foto: Dok. Crown Group

Keduanya akan membentuk pusat perbelanjaan baru dan menarik bernama The Grand, yang menggantikan Eastlakes Shopping Centre yang dibangun pada tahun 1960-an, yang hingga saat ini masih beroperasi. Kawasan ritel dan kuliner baru, dengan interior karya Buchan, bertujuan untuk mengubah area tersebut menjadi tujuan wisata tersendiri.

Selain itu, Crown Group juga telah melihat peningkatan kunjungan ke marketing gallery mereka sebesar 300 persen karena pembeli terus mencari apartemen di daerah dengan jaringan infrastruktur yang kuat.

Dia meyakini bahwa lonjakan ini terjadi karena hampir selesainya bangunan tahap satu dan area ritel, dikombinasikan dengan lebih banyak pergerakan dan aktivitas di sekitar lokasi.

Edwards mengatakan bahwa banyak pembeli datang dari berbagai pinggiran kota di sekitarnya seperti Pagewood, Mascot, Botany, Eastgardens dan Rosebery, dengan berbagai pembeli termasuk pelajar yang ingin tinggal di dekat UNSW hingga keluarga yang ingin downsizing.

Kawasan The Grand milik Crown Group menampilkan desain kontremporer yang menakjubkan oleh arsitek terkenal internasional Francis-Jones Morehen Thorp (fjmt).

"Menampilkan 490 unit apartemen mewah dan akan menjadi pusat kota baru dan hingga 80 restoran, kafe, toko dan supermarket ketika sepenuhnya selesai,"ujarnya

Adapun, Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan The Grand adalah pengembangan hunian tunggal terbesar di kawasan timur, menciptakan katalisator paling signifikan untuk pertumbuhan di daerah tersebut.

Pasalnya, area Waterloo dan Green Square hampir sepenuhnya berkembang, sangat wajar jika area pertumbuhan berikutnya muncul, dan dengan pengembangan apartemen dan pusat perbelanjaan baru dengan hingga 80 gerai ritel yang akan datang, Eastlakes memperkuat posisinya sebagai area pertumbuhan berikutnya.”

Menurut laporan perkiraan ritel triwulanan terbaru dari Deloitte Access Economics (Q1 2021), pengeluaran ritel berakhir tahun 2020 dengan catatan yang kuat, dengan volume melonjak hngga 6,4% selama setahun hingga kuartal empat.

Sementara sektor-sektor yang paling diuntungkan melalui Lockdown COVID-19, seperti ritel barang-barang rumah tangga dan belanja supermarket, kemungkinan akan menghadapi hambatan pada tahun 2021 dikarenakan pelonggaran pembatasan dan dibukanya perbatasan.

Mitra Ekonomi Deloitte Access, dan Penulis Utama Perkiraan Ritel, David Rumbens, mengatakan sektor ritel berhasil menangani krisis COVID-19, dan menjadi yang teratas. Pengeluaran ritel pulih dengan kuat pada paruh kedua tahun 2020, lebih dari sekadar mengimbangi kemerosotan pada bulan Juni, untuk berakhir lebih tinggi pada tahun ini hingga Desember 2020.

"Pemulihan yang kuat ini juga dialami di sebagian besar sektor, dengan hampir semua segmen pembelanjaan membukukan keuntungan di kuartal empat. Meskipun pengeluaran non-makanan yang memimpin, konsumsi terkait rumah juga tetap tinggi," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini