Blak-blakan Bima Arya Sebut Tak Ada Faktor Politik di Kasus Habib Rizieq: Sesuai Aturan!

Blak-blakan Bima Arya Sebut Tak Ada Faktor Politik di Kasus Habib Rizieq: Sesuai Aturan! Kredit Foto: Instagram Bima Arya

Sidang lanjutan Habib Rizieq Shihab (HRS) pada kasus swab test Rumah Sakit Ummi Bogor kembali diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu (14/4). Dalam sidang tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto turut hadir sebagai saksi.

Pascapersidangan, Bima Arya mengatakan dalam laporan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Bogor kepada polisi, tidak ada kaitannya dengan unsur politik, maupun tekanan dari pihak manapun. Bima Arya menegaskan langkah yang diambil olehnya sesuai dengan landasan aturan yang ada.

Baca Juga: Habib Rizieq Main Asal Tuduh Berikan Keterangan Bohong, Bima Arya Bereaksi...

"Ada landasan aturannya. Mulai dari UU, Keputusan Presiden, Keputusan Wali Kota, itu semua ada, dalam rangka menegakkan protokol kesehatan.Jadi apa yang saya lakukan itu tidak ada faktor politik, tidak ada faktor lain atau tekanan," kata Bima Arya di PN Jakarta Timur, Rabu (14/4).

Wali Kota Bogor itu melanjutkan, langkah yang diambilnya saat itu merupakan bentu perlindungannya terhadap warga Kota Bogor. Apalagi, Bima Arya merupakan Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor.

"Jadi apa yang saya lakukan itu murni hanya untuk melindungi warga saya, menjalankan tugas saya, supaya warga Bogor tidak terpapar (Covid-19)," ujarnya.

Bima Arya menjelaskan, dalam kasus ini dia tidak bertujuan untuk mengumumkan jika eks pimpinan FPI itu positif Covid-19. Melainkan, dia ingin protokol kesehatan terus diterapkan, dimana setiap ada pasien yang dirawat harus dilaporkan.

Terlebih, setiap harinya dia harus menerima laporan mengenai penambahan kasus Covid-19. Baik yang berstatus probable, possible, suspect dan terkonfirmasi, melalui Satgas Covid-19 Kota Bogor.

"Bagi saya bukan mengumumkan hasil PCR-nya. Bukan mau mengumumkan namanya, tapi paling tidak protokolnya aja dijalankan. Kan setiap hari Satgas Covid-19 harus tau jumlah probable, possible, terkonfirmasi berapa, suspect berapa. Kalaupun Habib hanya suspect ya dilaporkan," jelasnya.

Dia pun penampik pernyataan HRS yang mengatakan dirinya berbohong karena telah menyebarkan isu jika HRS sudah terpapar Covid-19.

"Saya katakan bahwa apa yang Habib sampaikan di saat di RS Ummi sehat dan sebagainya itu memang tidak sesuai. Karena indikasi Covid-nya ada. Tim dokter pun menyampaikan kepada Habib bahwa waktu di RS Ummi itu antigennya sudah positif fan kemudian indikasi Covid-19 nya juga ada," pungkasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini