Vaksin Nusantara itu Sebenarnya Bukan Vaksin COVID, Cuma Terapi Cara Orang Berduit

Vaksin Nusantara itu Sebenarnya Bukan Vaksin COVID, Cuma Terapi Cara Orang Berduit Kredit Foto: Instagram Sufmi Dasco Ahmad

Ahli epideomiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menilai vaksin CoronaVac yang saat ini sudah digunakan untuk memvaksinasi masyarakat umum sudah cukup efektif. Vaksin Nusantara yang saat ini sedang dikembangkan hanya digunakan oleh masyarakat yang berduit.

"Ini sebenarnya bukan vaksin, tapi terapi sel dendritik yang prosesnya lebih susah dan mahal. Jadi tidak tepat disebut vaksin." kata Miko dikutip dari Republika, Rabu (14/4).

Seperti halnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Miko tidak menyetujui penyebutan vaksin pada Vaksin Nusantara. Pasalnya, yang disebut vaksin itu sebenarnya adalah sel dendritik yang merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan.

Miko menjelaskan, bahwa vaksin berisi antigen yang merupakan bagian dari virus atau virus yang dilemahkan dan dapat memicu tumbuhnya antibodi di dalam tubuh seseorang yang disuntik. Akan tetapi, yang disebut vaksin Nusantara ini menggunakan bahan serum darah dari masing-masing individu yang dikenalkan ke antigen virus corona, kemudian disuntikkan lagi ke dalam tubuh.

Ini merupakan terapi pengobatan kanker dan dinilai sebagai cara yang terlalu mahal untuk mengobati Covid-19.

"Ini memang berguna, tapi tidak bisa digunakan oleh masyarakat secara umum, hanya orang-orang kaya saja. Vaksin yang sudah ada sudah cukup efektif." ujar Miko.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini