10 Menteri Catat Sentimen Pemberitaan Positif Terbanyak, Sandi dan Budi Gunadi Sadikin Teratas

10 Menteri Catat Sentimen Pemberitaan Positif Terbanyak, Sandi dan Budi Gunadi Sadikin Teratas Kredit Foto: Instagram Sandiaga Salahudin Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno didaulat sebagai menteri yang paling banyak mendapatkan sentimen positif pemberitaan, dengan 13.968 berita, berdasarkan hasil survei Media Indonesia Indicator. '

Di belakangnya, terdapat nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dengan 13.879 pemberitaan.

Baca Juga: Kontradiktif! Mudik Dilarang Tapi Wisata Diperbolehkan, Begini Reaksi Sandiaga Uno

Berikut hasil riset Media Indonesia Indicator, yang menempatkan 10 menteri Kabinet Indonesia Maju dengan sentimen positif pemberitaan terbanyak:

  1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (13.968)
  2. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (13.879)
  3. Menteri Keuangan Sri Mulyani (9.101)
  4. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (8.808)
  5. Menteri Sosial Tri Rismaharini (7.735)
  6. Menteri BUMN Erick Thohir (7.165)
  7. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (6.744)
  8. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (6.709)
  9. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (6.191)
  10. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (5.844)

Secara umum, sentimen positif tersebut diperoleh dari hasil survei Indonesia Indicator, yang menggunakan piranti lunak kecerdasan buatan (AI).

Survei ini diambil dalam periode 24 Desember 2020 hingga 12 April 2021. Atau sejak momentum reshuffle Kabinet Indonesia Maju pertama pada 23 Desember 2020.

Riset yang menganalisis 4.655.176 data berita dari 5.963 media daring berbahasa Indonesia, baik nasional atau lokal itu dilakukan dengan menggunakan kata kunci nama menteri, dan sistem kecerdasan buatan yang mengidentifikasi pemberitaan mengenai figur menteri.

Riset ini juga mengenali pemberitaan yang memiliki konten-konten positif pemberitaan tentang kinerja menteri dan pelaksanaan program kerja serta terobosan yang dibuat di kementerian tersebut, termasuk pula bagaimana media mencitrakan atau mempersepsikan figur menteri.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini