Industri Perkebunan Sawit Jadi Sumber Pendapatan Masyarakat Papua

Industri Perkebunan Sawit Jadi Sumber Pendapatan Masyarakat Papua Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Data Gapki mencatat, industri perkebunan kelapa sawit mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 16 juta tenaga kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Papua.

Direktur Tunas Sawa Erma (TSE) Group, Luwy Leunufna, mengatakan bahwa secara keseluruhan penyerapan tenaga kerja di TSE Group mencapai 8.400-an orang dengan 2.400 orang di antaranya atau 28,6 persen merupakan masyarakat Asli Papua.

Baca Juga: Industri Sawit Akan Tetap Bergerak Positif di 2021

"Saat ini, kami terus mengupayakan agar rasio tersebut terus naik. Banyak pekerja yang asli Papua menduduki jabatan penting dan strategis dari kepala seksi, asisten manajer, sampai manajer kebun," kata Luwy, seperti dilansir pada Rabu (14/4/2021).

Menurut Luwy, dengan Upah Minimum Regional (UMR) di Merauke pada 2021 sebesar Rp4,2 juta, berarti setiap bulan terjadi perputaran uang sebesar Rp35 miliar yang beredar untuk karyawan. "Alokasi tersebut memberikan multiplier effect bagi perkembangan daerah tersebut, ini belum termasuk pajak," ujar Luwy.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Merauke, Justina Sianturi, mengatakan bahwa peran kelapa sawit dalam pembangunan dan investasi di Kabupaten Merauke adalah menyerap tenaga kerja sebanyak 2.474 orang asli Papua.

"Masyarakat memperoleh pendapatan dari hasil kebun plasma dan meningkatkan perekonomian masyarakat serta membuka lapangan kerja baru," kata Justina.

Peran lain kelapa sawit dalam pemberdayaan masyarakat adalah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemasaran hasil-hasil kebun, perbaikan lingkungan, dan peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat. Tokoh Masyarakat Papua, Pdt Albert Yoku, mengakui peranan perkebunan kelapa sawit mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru bagi ribuan masyarakat dari berbagai suku.

Manfaat lainnya yakni menghasilkan pendapatan bagi masyarakat pemilik hak ulayat dan masyarakat sekitar perkebunan sawit. Hal ini karena sawit menjadi gerbong pembangunan daerah karena tingginya investasi dengan modal yang berputar di sekitar perkebunan sawit.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini