Stok Obat Bius Kosong, Pasien-pasien Langsung Dikirim Terikat ke Ruang Intubasi

Stok Obat Bius Kosong, Pasien-pasien Langsung Dikirim Terikat ke Ruang Intubasi Kredit Foto: Reuters/Rahel Patrasso

Rumah sakit di Brasil kehabisan obat penenang dan tabung oksigen yang dibutuhkan untuk pasien Covid-19. Sejauh ini, pasien yang mengalami sakit parah diintubasi tanpa obat penenang yang efektif.

Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga mengatakan Brazil sedang dalam pembicaraan dengan Spanyol dan negara lain untuk mengamankan obat darurat. Rio de Janeiro dan Sao Paulo telah menyatakan bahwa mereka kekurangan obat penenang.

Baca Juga: Di Brasil, Virus Corona Masih Mengganas! ICU Disesaki Anak-anak Muda karena...

Menurut Menteri kesehatan Sao Paulo, kemampuan untuk merawat pasien Covid-19 yang mengalami gejala parah berada di ambang kehancuran karena kurangnya suplai obat-obatan.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mengalami hal seperti ini setelah 20 tahun bekerja dalam perawatan intensif," ujar seorang dokter ICU di Rio de Janeiro, Aureo do Carmo Filho.

"Menggunakan pengekang mekanis tanpa obat penenang adalah praktik yang buruk, karena pasien akan tersiksa," kata Filho menambahkan.

Obat bius digunakan untuk memasang ventilator kepada pasien Covid-19 yang mengalami gejala parah. Tanpa obat bius, pasien yang akan dipasang ventilator akan menderita sakit luar biasa.

Jaringan televisi Globo melaporkan, seorang pasien di rumah sakit Rio de Janeiro harus diikat di tempat tidurnya untuk tindakan intubasi. Rumah Sakit Albert Schweitzer mengatakan bahwa ada kekurangan obat untuk tindakan intubasi. Menurut rumah sakit tersebut pengikatan pasien di tempat tidurnya digunakan atas saran dokter.

Kelompok bantuan Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan, pemerintah Brasil telah gagal mengatasi pandemi virus korona. Saat ini Brasil mencatat total 361.884 kematian akibat Covid-19. Seorang dokter dan presiden MSF, Christos Christou mengatakan, pandemi Covid-19 di Brasil telah menyebabkan bencana kemanusiaan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini