Sambut Pemulihan Ekonomi, Danamon Hadirkan Tiga Reksa Dana MAMI

Sambut Pemulihan Ekonomi, Danamon Hadirkan Tiga Reksa Dana MAMI Kredit Foto: Bank Danamon

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) hari ini mengumumkan pemasaran tiga reksa dana kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), yaitu Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF), Manulife USD Fixed Income (MANUFIX) dan Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II).

Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama Danamon mengatakan, di tengah optimisme perekonomian global dan nasional yang mulai pulih, Danamon hadir memberikan layanan perbankan dengan menyediakan produk-produk investasi yang beragam sesuai tujuan finansial nasabah.

"Hadirnya tiga produk reksa dana ini semakin memperkuat kemitraan Danamon dengan MAMI, melengkapi produk reksa dana yang telah ditawarkan sebelumnya. Kami harap kerja sama ini dapat membantu nasabah dalam menentukan produk yang tepat dalam memenuhi tujuan finansial mereka,” ujarnya di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan, reksa dana MANSYAF dapat menjadi pilihan investasi yang menarik bagi nasabah Danamon yang ingin berinvestasi dalam mata uang dolar AS sekaligus memanfaatkan peluang investasi di berbagai saham syariah yang terdiversifikasi di berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik di luar Jepang. 

"MANSYAF menawarkan kesempatan berinvestasi pada new economy, terutama pada sektor teknologi dan turunannya seperti internet 5G, microchip, baterai mobil listrik, ecommerce, dan lain sebagainya. Seperti kita ketahui, adaptasi penggunaan teknologi ke depan akan semakin meningkat dan cepat, serta terjadi di semua bidang kehidupan baik bisnis maupun sosial," jelas Afifa.

Sementara reksa dana MANUFIX dan MPB II menawarkan peluang investasi yang menarik di pasar obligasi Indonesia. Lebih lanjut Afifa menjelaskan peluang investasi di MANUFIX dan MPB II. MANUFIX fokus berinvestasi pada obligasi tenor pendek dengan durasi portofolio di bawah tiga tahun. MANUFIX yang merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan underlying asset obligasi pemerintah Indonesia dalam denominasi dolar AS dapat menjadi alternatif pengembangan dana dolar AS di tengah rendahnya suku bunga deposito dolar AS. 

"Obligasi pemerintah Indonesia dalam denominasi dolar AS menjadi semakin menarik di tengah kebijakan suku bunga rendah The Fed dan tingginya minat investor asing pada obligasi berdenominasi dolar AS yang masih memberikan imbal hasil positif," paparnya.

Sementara reksa dana MPB II dapat menjadi sarana investasi yang sesuai bagi para investor yang membutuhkan instrumen investasi yang lebih defensif di tengah volatilitas pasar yang meningkat. MPB II merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan durasi portofolio pendek dan memiliki fitur potensi pembagian dividen setiap bulannya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini