Mendag: Titik Awal Pergerakan Ekonomi Baru Dimulai

Mendag: Titik Awal Pergerakan Ekonomi Baru Dimulai Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan kenaikan ekspor dan impor pada Maret lalu menjadi salah satu indikator mulai bergeraknya roda perekonomian secara masif. Lutfi pun optimis dengan melihat data tersebut, tingkat pertumbuhan Indonesia ke depan akan mengalami perbaikan.

“Maret titik awal pergerakan ekonomi. Memang ada Ramadan namun di Maret kegiatan perekonomian bisa diprediksi. Dengan pertumbuhan pada Maret ini akan menjadi landasan pacu bisa lebih tinggi pertumbuhan Indonesia,” kata Lutfi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai ekspor Maret mencapai US$ 18,35 miliar atau tumbuh 20,31% dibandingkan dengan Februari. Jika dibandingkan dengan Maret 2020, kenaikannya mencapai 30,47%

Lutfi mengatakan nilai ekspor tersebut mencatatkan rekor tertinggi sejak Agustus 2011. Lutfi memerinci, ekspor migas tercatat US$ 0,91 miliar naik 5,28% secara bulanan. Begitu pula ekspor nonmigas yang menembus US$ 17,45 miliar atau tumbuh 21,21%.

“Ekspor nonmigas pada bulan Maret ini tertinggi dalam sejarah terutama pasca krisis 1998.,” ucapnya.

Sementara itu, nilai impor nasional pada Maret 2021 sebesar US$16,79 miliar atau naik 26,55% dibanding impor pada bulan sebelumnya yang sebesar US$13,26 miliar. Kenaikan impor disebabkan kenaikan baik impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 74,74% dan nonmigas 21,30%.

Sementara, dibandingkan secara tahunan (yoy), impor Maret 2021 juga mengalami kenaikan 25,73%. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia pada kuartal I mencatat surplus US$ 5,52 miliar.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini