Dear Mas Anies, Anda Harus Hati-hati Ya, Survei Pilgub DKI Jakarta Mulai Disalip Bu Risma

Dear Mas Anies, Anda Harus Hati-hati Ya, Survei Pilgub DKI Jakarta Mulai Disalip Bu Risma Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Sejumlah nama mulai digadang-gadang bakal maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Petahana Anies Baswedan dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma jadi sorotan pengamat, lembaga survei dan masyarakat.

Masuknya Risma dalam kabinet dinilai sebagai langkah untuk maju di Pilkada DKI Jakarta. Temuan survei dari Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan, elektabilitas Risma mulai menyalip Anies.

Baca Juga: Anies Baswedan Keluar Kandang Masuk Markas Ganjar Pranowo, Warganet: Ngapain Keluyuran ke Cilacap...

“Risma diprediksi memenang­kan Pilkada DKI, mengungguli Anies sebagai petahana,” kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P, kemarin.

Elektabilitas Risma mencapai 37,1 persen, berjarak 5 persen dengan Anies sebesar 32,4 persen. Anies disebut belum memberikan hasil maksimal sejak dilantik menjadi Gubernur DKI pada 2017. Sementara, Risma dengan gaya blusukan khasnya sejak menjabat Wali Kota Surabaya mencuri perhatian.

Nama lain diunggulkan adalah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan elektabilitas 7,8 persen. Menurut Alfian, AHY yang pernah bertarung di Pilkada DKI 2017 masih berpeluang kembali maju.

Lalu, ada Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, mantan Wakil Gubernur DKI yang mendampingi Anies, sebelum kemudian maju berpasangan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Elektabilitas Sandi mencapai 7,8 persen.

Nama lainnya adalah Wagub DKI Ahmad Riza Patria (2,8 persen), politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas (2,6 persen), serta Bupati Tangerang yang juga Ketua Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar (1,1 persen).

Kemudian, Politisi PKS yang diusung sebagai cawagub, Nurmansjah Lubis (0,6 persen), anggota DPR dari Nasdem Ahmad Sahroni (0,4 persen), dan Abraham Lunggana atau Haji Lulung (0,3 persen).

“Sisanya elektabilitasnya sangat kecil, dan tidak tahu atau tidak jawab 9,1 persen,” pungkas Alfian.

Survei JRC dilakukan antara 1 hingga 10 April 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini