SBY Cabut Pendaftaran Logo Demokrat, Kubu Moeldoko Sorak-sorai Kemenangan 'Perang': Skor Seri 1:1

SBY Cabut Pendaftaran Logo Demokrat, Kubu Moeldoko Sorak-sorai Kemenangan 'Perang': Skor Seri 1:1 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Pencabutan pendaftaran nama dan lambang Partai Demokrat oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diklaim kubu Moeldoko sebagai satu episode kemenangan dalam “perang” melawan kubu Cikeas. Dengan perkembangan ini, kubu Moeldoko menyatakan saat ini keadaan menjadi seimbang.

"Ini artinya untuk sementara skor politiknya 1:1. Kubu Pak Moeldoko kalah di Kemenkumham, sedangkan kubu Pak SBY kalah di Dirjen Kekakayaan Intektual Kementrian Hukum dan HAM R.I. Mari selanjutnya kita akan lihat, bagaimana sesuai dengan keyakinan kami, kubu Pak Moeldoko akan kembali mengalahkan kubu SBY dan AHY di Pengadilan serta di PTUN," ujar Saiful Huda Ems, salah satu juru bicara kubu Moeldoko kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: SBY Mau Partai Dimiliki Pribadi, Sejahat-jahatnya Hitler Gak Daftarin Partai Nazi Atas Nama Pribadi

Menurut Saiful tindakan konyol mendaftarkan nama dan lambang Partai Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual lalu mencabutnya lagi memang bukan gagasan SBY. Mengutip sumber di kubu Cikeas, Saiful mengungkapkan tindakan konyol itu adalah inisiatif Syariefuddin Hasan, politikus senior yang dekat dengan SBY.

"Jika sudah demikian, akankah Syarief Hasan yang telah menjerumuskan dan mempermalukan SBY akan tetap dipertahankan oleh SBY sebagai salah satu orang kepercayaannya, ataukah Sjarief Hasan akan segera dibuang oleh SBY meski nampaknya SBY akan tetap mempertahankan istri Sjarief Hasan (Inggrid Kansil) menjadi orang dekatnya SBY? Nampaknya masyarakat haruslah sabar menunggu keputusan SBY," tutur dia.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini