Latihan Kapal Induk Militer China di Dekat Taiwan Bidik Amerika Serikat

Latihan Kapal Induk Militer China di Dekat Taiwan Bidik Amerika Serikat Kredit Foto: Sindonews

Latihan militer kapal induk China dan peningkatan serangan ke zona pertahanan udara Taiwan dalam beberapa pekan terakhir dimaksudkan untuk mengirim pesan ke Washington, Amerika Serikat (AS) agar mundur.

Penilaian itu diungkapkan sumber keamanan di Taipei. Meningkatnya aktivitas yang secara tidak biasa digambarkan China sebagai "latihan tempur" pada Rabu itu meningkatkan kewaspadaan di Taipei dan Washington.

Baca Juga: Gak Henti-Hentinya Amerika Tekan China, Kali Ini Mau Setop Semua Ekspor Teknologi

Meski demikian, para pejabat keamanan tidak melihatnya sebagai tanda serangan yang akan segera terjadi.

Sebaliknya, menurut seorang pejabat yang mengetahui perencanaan keamanan Taiwan, setidaknya beberapa latihan mempraktikkan manuver "penolakan akses" untuk mencegah pasukan asing datang ke pertahanan Taipei dalam perang di masa depan.

"China mengklaim latihan itu berada di dekat Taiwan, tetapi menilai dari lokasinya, itu sebenarnya dimaksudkan untuk militer AS," ujar pejabat di Taiwan, berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang berbicara kepada media.

“Ketika China berlayar dengan armada kapal induk di dekat Taiwan pekan lalu, angkatan udaranya mensimulasikan serangan terhadap kapal-kapal AS, meskipun tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang diketahui berada di daerah itu pada saat itu,” ungkap sumber itu.

Angkatan Laut AS telah melakukan transit reguler di Selat Taiwan, yang memisahkan pulau itu dari China.

Satu sumber keamanan Barat mengatakan penerbangan hampir setiap hari dilakukan pesawat anti-kapal selam China di bagian paling utara Laut China Selatan.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini