Ngomong-Ngomong Soal Reshuffle, Muhammadiyah: Siap Sih, Tapi Gak Akan.... Presiden Jokowi

Ngomong-Ngomong Soal Reshuffle, Muhammadiyah: Siap Sih, Tapi Gak Akan.... Presiden Jokowi Kredit Foto: Sekretariat Presiden

Muhammadiyah menegaskan ogah cawe-cawe dan tidak meminta-minta jabatan di tengah isu reshuffle kabinet. Namun, bila Presiden Jokowi meminta kadernya, Muhammadiyah akan menyiapkan fiturnya.

"Ya siaplah. Tapi Muhammadiyah tidak akan minta-minta apalagi mendesak-desak Presiden. Muhammadiyah sadar itu bahwa hal tersebut adalah hak prerogatif dari Presiden," kata Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas seperti ditulis Sabtu (17/4/2021). Baca Juga: Parah! Orang Ini Ngaku Nabi ke-26 dan Nantangin: Yang Laporin Gua Penistaan Agama Bakal...

Menurut Buya Anwar, sapaan akrabnya, Muhammadiyah memiliki banyak kader dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Mereka memiliki gelar doktor hingga profesor. Jumlah yang sudah terinventarisir mendekati 500 orang. Baca Juga: Bisakah Moeldoko Lolos dari Congkelan Reshuffle? Nih Bocoran Kisi-kisinya

Namun demikian, sekali lagi Buya Anwar menegaskan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Muhammadiyah tak akan cawe-cawe terhadap hal tersebut. 

"Itu kan hak prerogatif Presiden, jadi Muhammadiyah tidak boleh ikut campur dalam menentukannya. Muhammadiyah harus bisa menghormati hak Presiden tersebut," ucapnya.

Isu reshuffle atau kocok ulang kabinet kembali membetot perhatian publik, seiring dengan penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini