Mahasiswa Universitas Pertamina Juara Riset Berkat Kerap Magang Industri

Mahasiswa Universitas Pertamina Juara Riset Berkat Kerap Magang Industri Kredit Foto: Istimewa

Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan industri di Indonesia setiap tahunnya, membuat kebutuhan terhadap bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada tahun 2021, konsumsi BBM nasional diperkirakan mencapai 75,27 juta kilo liter (kL). 

Dewan Energi Nasional dalam Outlook Energi Indonesia pada tahun 2016, memprediksikan kebutuhan energi Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 238,8 juta ton setara minyak (Tonne of Oil Equivalent/TOE) dengan skenario Business as Usual (BaU). Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 682,3 juta TOE pada tahun 2050 mendatang, dengan asumsi rata-rata pertumbuhan kebutuhan energi pada periode 2015-2050 di angka 4,9% per tahun.

Baca Juga: Duet Bareng PKJ dan CRBCI, Pertamina Trans Kontinental Siap Garap Proyek Besar

Untuk mencukupi kebutuhan ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari alternatif sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu EBT paling potensial untuk dikembangkan di Indonesia adalah energi yang berasal dari panas bumi (geothermal).

Badan Geologi mencatat, pada Desember 2019 potensi energi geothermal di Indonesia mencapai 23,9 Gigawatt (GW). Namun, potensi ini baru dimanfaatkan sebesar 8,9%. Padahal, sebaran sumber energi geothermal di Indonesia hampir merata. Ditemukan lebih dari 300 titik potensi geothermal dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai kampus yang memfokuskan diri pada pengembangan bisnis dan teknologi energi, Universitas Pertamina menjawab tantangan energi dengan menghadirkan mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya industri energi.

Para Mahasiswa di Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi misalnya, mendapatkan mata kuliah terkait pengembangan energi geothermal. Mata kuliah ini mengantarkan para mahasiswa untuk menyabet juara 1 di ajang Oil and Gas Intellectual Parade (OGIP) yang diselenggarakan oleh UPN Veteran Yogyakarta, dalam kategori Geothermal Study Case Competition.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini