Isu Reshuffle Terus Bergulir, Demokrat Jual Mahal, Ogah Ditawari Posisi Menteri

Isu Reshuffle Terus Bergulir, Demokrat Jual Mahal, Ogah Ditawari Posisi Menteri Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Isu perombakan alias reshuffle kabinet kembali santer usai DPR mengesahkan perubahan nomenklatur sejumlah kementerian pada 9 April lalu. Partai Demokrat memastikan akan menolak jika ditawari posisi menteri Kabinet Indonesia Maju jilid II.

Partai berlambang bintang mercy, sesuai perintah Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tetap berkomitmen berada di luar pemerintahan.

"Kami bisa menjalankan peran untuk check and balance dengan di luar pemerintahan, dan itu penting, sehat untuk demokrasi," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam siaran pers, Senin (19/4).

Baca Juga: AHY Somasi Moeldoko Cs: Setop Pakai Atribut Demokrat atau...

Herzaky juga menekankan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, bukan ranah partai. Demokrat tak mementingkan reshuffle karena tengah bekerja bagi rakyat.

"Saat ini, Partai Demokrat sedang fokus melakukan kerja-kerja nyata untuk membantu rakyat yang terdampak bencana, seperti di Malang, NTT, NTB, serta membantu rakyat yang terdampak pandemi," tandasnya. [OKT]

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini