Kajian Akademis ASEAN dan Uni Eropa: Kontribusi Sawit Penuhi SDGs Paling Tinggi

Kajian Akademis ASEAN dan Uni Eropa: Kontribusi Sawit Penuhi SDGs Paling Tinggi Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Kelapa sawit berkontribusi secara subtansial terhadap 8 tujuan dan penting pada 3 tujuan bagi Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Hal ini terungkap melalui kajian akademis Sustainable Vegetable Oil dari Kelompok Kerja Bersama ASEAN dan Uni Eropa sebagai bagian dari perundingan Free Trade Agreement kedua pihak.

Baca Juga: Sinyal Positif Banyak Pihak untuk Kelapa Sawit

Kajian akademis tersebut dibuat untuk melihat bagaimana minyak nabati dalam penggunaan lahan, produktivitas serta dampak yang ditimbulkan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Kajian dilakukan di empat negara yaitu di Brasil untuk kedelai, Ukraina untuk bunga matahari, Indonesia untuk kelapa sawit, dan di Uni Eropa untuk rapeseed. 

Dibandingkan dengan kelapa sawit, kontribusi substansial kedelai, bunga matahari, dan rapeseed tercatat lebih rendah. Kedelai berkontribusi secara subtansial pada 3 tujuan dan penting pada 2 tujuan SDGs Brasil. Bunga matahari berkontribusi secara subtansial pada 5 tujuan dan penting pada 3 tujuan SDGs Ukraina. Sementara rapeseed berkontribusi siginifikan terhadap 1 tujuan dan penting 1 tujuan bagi SDGs Uni Eropa. 

Mengacu pada 17 tujuan SDGs, kelapa sawit berperan secara subtansial pada tujuan SDGs-1 yakni menghapus kemiskinan, SDGs-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan, SDGs-4 pendidikan bermutu, SDGs-10 mengurangi ketimpangan, SDGs-13 penanganan perubahan Iklim melalui pengurangan emisi CO2 dan sertifikasi, SDGs-15 menjaga ekosistem darat, dan SDGs-14 menjaga ekosistem laut.

Kelapa sawit juga penting pada pencapaian SDGs-2 yakni mengakhiri kelaparan, SDGs-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan lewat penggunaan pupuk yang efisien penting pada SDGs-15 menjaga ekosistem darat dan SDGs-14 menjaga ekosistem laut.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini