Anies Baswedan Sanjung Presiden Jokowi di Proyek MRT, Biar Survey Capres Tinggi Ya Pak?

Anies Baswedan Sanjung Presiden Jokowi di Proyek MRT, Biar Survey Capres Tinggi Ya Pak? Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Menurut Anies, dukungan dari pemerintah pusat melalui arahan dari presiden telah membantu begitu banyak program di Jakarta, sehingga dituntaskan dengan baik. “Karena itu izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi,” ungkapnya lagi.

Menanggapi sanjungan itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman tak banyak bicara. Dia hanya mengucapkan terimakasih. “Terimakasih Pak Anies,” katanya, singkat.

Untuk diketahui, belum lama ini, Anies juga menyampaikan apresiasinya kepada Jokowi terkait dukungan pada sejumlah proyek di Ibu Kota. Pernyataan itu disampaikan Anies saat acara penandatanganan MoU & Sosialisasi Kolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Kamis (1/4).

Awalnya, Anies bercerita soal kesulitan yang akan dihadapi Pemprov dalam melakukan integrasi transportasi apabila tidak memiliki kewenangan dalam mengelola stasiun. Saat minta izin ke Jokowi itu, Anies mengatakan bahwa Jokowi sebelumnya juga mengaku sempat pusing mengatur stasiun di Jakarta.

“Untungnya, presiden mantan Gubernur DKI. Jadi ketika beliau dengar langsung ‘Iya saya juga dulu pusing ngurusin pintu stasiun’ karena pintu stasiun yang ngurusin stasiun, kemacetannya yang ngurusin DKI, dan alhamdulillah kemudian pengelolaan stasiun di Jakarta diserahkan kepada DKI sekarang,” ucap Anies.

Sikap hormat Anies kepada Jokowi ini mendapat pujian dari warga dunia maya. Akun Amir Grage Johan @amirgrage salut dengan pernyataan Anies. “Punya etika. Gubernur nusantara,” tulisnya. “Kalau seperti ini kan enak didengar... Daripada selalu mengkambinghitamkan usaha orang,” kata @KholisDoang.

Namun, ada juga yang malah nyinyir. “Halah..supaya survey capres tinggi aja,” tulis Frontalis Realistis. “Kreatif dia,” timpal @Agung05459132. “Moga menjadi kenyataan biar negeri ini damai dan maju,” timpal akun @ervan_yani sambil menghastag AniesForPresident2024. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini