Turun 5%, Prudential Indonesia Cetak Pendapatan Premi Rp23,7 Triliun di 2020

Turun 5%, Prudential Indonesia Cetak Pendapatan Premi Rp23,7 Triliun di 2020 Kredit Foto: Fajar Sulaiman

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp23,7 triliun di sepanjang tahun 2020. Angka ini turun 5% bila dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp25 triliun.

Selain itu, total aset Prudential Indonesia juga turun 5% menjadi sebesar Rp76,3 triliun dibandingkan Rp80,7 triliun di 2019, dan total aset investasi turun 6% dari Rp74,5 triliun di 2019 menjadi Rp70,2 triliun di 2020. Meski alami penurunan, kinerja aset, investasi dan pendapatan premi merupakan yang tertinggi di industri asuransi jiwa Indonesia.

Di sisi lain, Prudential Indonesia membuktikan komitmen perlindungannya terhadap nasabah melalui pembayaran total klaim sebesar Rp12,8 triliun di sepanjang 2020.

Ketangguhan kondisi finansial Prudential Indonesia dalam menghadapi tantangan di 2020, tercermin dari laba setelah pajak yang stabil yakni Rp4,7 triliun dan juga mencatat tingkat solvabilitas (Risk Based Capital) perusahaan yang kuat yaitu 549% (lebih dari empat kali ketentuan minimal target internal yang ditetapkan oleh regulator).

Sejalan dengan aspirasi untuk menjadi kontributor terkemuka dalam ekonomi Syariah Indonesia, Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia juga mencatatkan total kontribusi (premi) yang tumbuh menjadi Rp3,7 triliun, total aset sebesar Rp9 triliun yang tertinggi di industri asuransi jiwa syariah Indonesia, dan juga mencatatkan tingkat solvabilitas dari Dana Tabarru yang mencapai 1.630% serta tingkat solvabilitas dari Dana Perusahaan sebesar 7.975%.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Prudential Financial Sukses Kumpulkan Aset Hingga USD1,456 Triliun

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia mengatakan, Prudential Indonesia merangkum 2020 ke dalam dua kata yaitu, inovasi perlindungan dan inovasi untuk delighting customers.

"Seluruh inovasi yang kami hadirkan merupakan wujud dukungan kami kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian dalam hidup. Pada akhirnya, kami mampu mencatat hasil bisnis yang stabil dan terus membangun posisi finansial yang memungkinkan kami tetap tangguh menghadapi tantangan tahun lalu," ujar Jens dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Dalam hal inovasi perlindungan, lanjut Jens, Prudential Indonesia bergerak cepat merespons kebutuhan yang meningkat di 2020. Salah satu contohnya, sebelum pandemi COVID-19 merebak di Indonesia, Prudential Indonesia menjadi perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia yang menyediakan Santunan Tunai Tambahan jika nasabah terdiagnosis positif COVID-19.

"Di 2021, inovasi terus berlanjut dan kami meluncurkan inisiatif Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi dan menyediakan sentra vaksinasi COVID-19," tambahnya.

Di 2020, Prudential Indonesia telah meluncurkan 60 produk dan solusi perlindungan, termasuk di antaranya produk baru dan juga peningkatan dari produk sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang, mulai dari Asuransi Jiwa Syariah PRUCinta hingga asuransi kesehatan murni PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah, di mana ketiga produk tersebut menawarkan premi/kontribusi yang terjangkau sehingga dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat Indonesia.

Prudential Indonesia juga memperkenalkan manfaat asuransi tambahan (rider) baru, beberapa di antaranya adalah PRUTotal Critical Protection dan PRUTotal Critical Protection Syariah yang memberikan perlindungan tanpa ada batasan jumlah maupun jenis penyakit kritis.

Di tengah berbagai keterbatasan akibat pandemi sekali pun, masyarakat tetap dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan mereka dan mengakses seluruh solusi perlindungan dari Prudential Indonesia. Hal ini dimungkinkan berkat akselerasi transformasi digital perusahaan yang diwujudkan melalui sistem pemasaran tatap muka virtual, PRUCekatan, didukung oleh lebih dari 243.000 tenaga pemasar profesional berlisensi dan juga melalui aplikasi Pulse by Prudential (Pulse) yang telah diunduh lebih dari 6,6 juta kali.

“Penerapan praktik bisnis yang etis dan tata kelola perusahaan yang baik di Prudential Indonesia, membuat kami mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh nasabah, menjalankan operasional yang berkelanjutan, sekaligus membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat hidup lebih sehat dan lebih sejahtera, sehingga mereka bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup,” tutup Jens.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini