Tangan-tangan Wanita Desa Peduli Gambut Kalsel Sukses Kembangkan Fesyen Berkelanjutan

Tangan-tangan Wanita Desa Peduli Gambut Kalsel Sukses Kembangkan Fesyen Berkelanjutan Kredit Foto: Istimewa

“Saat ini kami lagi mengerjakan pesanan Pemerintah Kabupaten HSU untuk menyediakan seragam bagi HUT Kabupaten. Jumlahnya sangat banyak dan perlu waktu cukup mengerjakan karena semua produk kami buatan tangan,” demikian dijelaskan Linda dari Kelompok Eco Teratai. 

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas yang mengurus UMKM juga memberi dukungan untuk peningkatan kapasitas para pengrajin.

Solidaritas antar kelompok pun terbangun baik di antara para pengrajin ini. Kelompok pengrajin sasirangan di HSU, misalnya, menularkan pengetahuan pada kelompok di Balangan. Sementara kelompok Aneka Karya Sasirangan di Balangan, mendukung kelompok pengrajin purun di desa mereka yang mulai bangkit, dengan membeli produk dan memasarkan bersama produk mereka.

“Pengalaman dari Desa-desa Peduli Gambut di Kalsel ini menunjukkan pada kita bahwa soal melindungi ekosistem gambut bukan semata soal teknis tetapi juga terkait dengan kebudayaan dan gaya hidup. Fesyen berkelanjutan menjadi penghubung kedua hal itu. Keanekaragaman hayati di lahan gambut terjaga dan makin kaya, ketika memberi pula manfaat ekonomi bagi masyarakat," demikian disampaikan Deputi Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRGM, Myrna Safitri, yang telah membina kelompok-kelompok pengrajin perempuan di desa-desa gambut di sejumlah provinsi sejak 2017 lalu.

"Di sisi lain, kita juga perlu ingat pada perdagangan beretika yang penting diusung dalam usaha ini sehingga dimensi kemanusiaan tetap terpelihara,” sambungnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini