Ahok Jadi Menteri, Jokowi Diingatkan Soal Etika dan Kinerja

Ahok Jadi Menteri, Jokowi Diingatkan Soal Etika dan Kinerja Kredit Foto: Instagram/Basuki Tjahaja Purnama

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menganggap, siapa pun figur atau tokoh yang dipilih untuk mengisi dua pos kementerian baru cocok dengan pilihan Presiden Jokowi. Termasuk, isu dipilihnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon menteri investasi.

"Hanya saja perlu pertimbangan etis agar kepercayaan publik pada pemerintah tetap terjaga, sekurangnya tidak pernah miliki catatan hukum," katanya saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga: Dekat dengan Jokowi, Mohon Maaf Kans Ahok Jadi Menteri Tipis Sekali...

Dedi melanjutkan, selain alasan catatan hukum, faktor kinerja dan kapabilitas juga harus menjadi pertimbangan presiden dalam memilih para calon pembantunya. Soal Ahok, Dedi melihat, keberadaan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai komisaris di BUMN juga tak terbukti signifikan memperbaiki kondisi perusahaan.

"Artinya dari sisi kapasitas juga tak banyak menjanjikan," ujarnya.

Oleh karena itu, analis politik lulusan Universitas Telkom itu berharap nantinya Presiden tak hanya memilih calon menteri berdasarkan popularitas yang dimilikinya.

"Akan sangat baik jika presiden tidak memilih tokoh-tokoh sekedar populer secara politis, tetapi betul-betul menimbang kapasitas dan etika," katanya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini