Belgia Akan Berlakukan Larangan Penggunaan Sawit, Eh Yakin Gak Tuh?

Belgia Akan Berlakukan Larangan Penggunaan Sawit, Eh Yakin Gak Tuh? Kredit Foto: Antara/Jojon

Baru-baru ini, Pemerintah Belgia menyatakan akan memberlakukan tahapan pelarangan penggunaan biofuel berbasis minyak sawit dan kedelai di negara tersebut sebagai bagian dari inisiatif untuk menghilangkan deforestasi.

Menteri Federal Lingkungan dan Iklim Belgia, Zakia Khattabi mengatakan, pelarangan penggunaan minyak sawit akan dilakukan pada tahun 2022, sementara pelarangan terhadap kedelai akan dilakukan pada 2023 mendatang.

Baca Juga: Cetak Sejarah, Harga Sawit Sumatera Utara Tertinggi dalam 4 Tahun

Kattabi menyebut, penghentian penggunaan minyak sawit dan kedelai tersebut merupakan langkah awal yang diambil Belgia sejak bergabung dengan Amsterdam Declarations Partnership, sebuah kesepakatan yang bertujuan untuk menghapus deforestasi terkait komoditas pertanian pada 2025.

Belgia bergabung dengan Denmark, Prancis, dan Belanda sebagai negara Eropa yang melarang biodiesel berbasis minyak sawit karena menganggap minyak sawit berkontribusi terhadap konversi skala besar dari hutan asli dan lahan gambut untuk perkebunan industri di Malaysia dan Indonesia.

“Ini adalah langkah pertama untuk menghentikan dampak lingkungan negatif dari kebijakan biofuel. Pemerintah federal juga akan mengurangi permintaan bahan bakar (bio) dengan fokus pada transportasi kereta dan listrik,” kata Khattabi seperti dilansir dari Brusseltimes. 

Khattabi juga menyebut, kelapa sawit menyebabkan deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan bahkan pelanggaran hak asasi manusia. Namun dibalik pernyataan ini, penggunaan biofuel berbasis sawit di Belgia pada periode 2019 – 2020 meningkat 10 kali lipat menjadi 231 juta liter. Artinya, kebutuhan biofuel di Belgia masih digantungkan terhadap minyak kelapa sawit. 

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini